Pemenggal Guru karena Kartun Nabi Muhammad Kelahiran Chechnya

Minggu, 18 Oktober 2020 - 07:17 WIB
Menurut Ricard, pelaku sempat mendekati murid-murid di dekat sekolah tempat penyerangan tersebut dan meminta mereka untuk menunjukkan korbannya. Tak lama kemudian, pelaku benar-benar membunuh korban. (Baca: Prancis Tahan Sembilan Orang Diduga Terkait Pemenggalan Guru )

Menurut jaksa, setelah membunuh dan memenggal kepala korban, penyerang mem-posting foto korbannya di Twitter. Posting tersebut disertai dengan pesan yang mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Ricard membenarkan bahwa 9 orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan serangan hari Jumat.

Kebebasan Ekspresi Berujung Maut

Serangan itu terjadi pada 16 Oktober pukul 17.00 sore waktu setempat di dekat sekolah tempat korban, Samuel Paty, 47 tahun, bekerja. Awal bulan ini, Paty mulai mengajar kelasnya tentang kebebasan berekspresi. Dia dilaporkan menunjukkan kepada siswanya karikatur Nabi Muhammad yang dicetak di majalah satire Prancis Charlie Hebdo pada tahun 2015.

Sebagian besar Muslim menentang penggambaran sosok nabi karena dianggap dapat menyebabkan godaan untuk beperilaku syirik. Beberapa Muslim bahkan menganggap sindiran terhadap Islam atau perwakilan agamanya sebagai penistaan, yang dalam beberapa kasus dapat dihukum mati. (Baca: Macron Sebut Pemenggalan Kepala Guru Serangan Teroris )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!