Etnik Armenia di Lebanon Ikut Terseret Konflik Nagorno-Karabakh
Rabu, 14 Oktober 2020 - 12:25 WIB
Ratusan keturunan Armenia lain dari diaspora juga telah mendaftar sebagai relawan untuk perang yang pecah pada 27 September itu. Namun belum jelas berapa banyak orang yang sekarang terlibat dalam konflik itu.
“Turki saat ini diduga telah mengirim hampir 1.250 tentara bayaran asal Suriah untuk bertempur bersama pasukan Azerbaijan,” ungkap laporan Reuters.
Para pejuang asal Suriah itu diiming-imingi bayaran USD1.500 per bulan, jumlah yang banyak bagi warga di Suriah. Azerbaijan dan Turki menyangkal tuduhan mengerahkan tentara bayaran itu.
Hingga saat ini, sebanyak 500 orang termasuk lebih dari 60 warga sipil tewas di Nagorno-Karabakh. Berbagai upaya dilakukan untuk menyepakati gencatan senjata selama akhir pekan namun upaya itu gagal setelah pertempuran kembali terjadi di wilayah Hadrut.
Konflik Nagorno-Karabakh telah terjadi selama puluhan tahun. Wilayah itu diakui internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tapi diduduki oleh etnik Armenia yang beragama Kristen.
“Turki saat ini diduga telah mengirim hampir 1.250 tentara bayaran asal Suriah untuk bertempur bersama pasukan Azerbaijan,” ungkap laporan Reuters.
Para pejuang asal Suriah itu diiming-imingi bayaran USD1.500 per bulan, jumlah yang banyak bagi warga di Suriah. Azerbaijan dan Turki menyangkal tuduhan mengerahkan tentara bayaran itu.
Hingga saat ini, sebanyak 500 orang termasuk lebih dari 60 warga sipil tewas di Nagorno-Karabakh. Berbagai upaya dilakukan untuk menyepakati gencatan senjata selama akhir pekan namun upaya itu gagal setelah pertempuran kembali terjadi di wilayah Hadrut.
Konflik Nagorno-Karabakh telah terjadi selama puluhan tahun. Wilayah itu diakui internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tapi diduduki oleh etnik Armenia yang beragama Kristen.
(sya)
Lihat Juga :