Etnik Armenia di Lebanon Ikut Terseret Konflik Nagorno-Karabakh

Rabu, 14 Oktober 2020 - 12:25 WIB
loading...
Etnik Armenia di Lebanon...
Tentara Azerbaijan membawa persenjataan di Baku, Azerbaijan, 27 September 2020. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Warga etnik Armenia di Lebanon bergabung dalam perang melawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh . Mereka melakukan perjalanan ke Kaukasus selatan itu untuk membela tanah air leluhur mereka.

Kantor berita Associated Press melaporkan beberapa warga dari distrik etnik Armenia di Beirut mengaku siap menyerahkan nyawa mereka untuk perang melawan Azerbaijan.

“Kami akan berjuang hingga tentara terakhir Armenia. Ini bukan perang antara Muslim dan Kristen. Ini perang untuk eksistensi warga Armenia dan kami siap,” tegas Bourj Hammoud, keturunan Armenia yang tinggal dan menjadi pemilik toko di Lebanon.

“Satu relawan keturunan Lebanon Armenia yang ikut berperang di garis depan telah tewas dalam konflik tersebut,” papar laporan media lokal Yerkir. (Baca Juga: Armenia: Hanya Perubahan Sikap Turki Bisa Atasi Krisis Nagorno-Karabakh)

Relawan itu adalah penyanyi opera Kevork Hadjian yang terkenal untuk lagu-lagu nasionalis Armenia yang sering dia lantunkan. Dia tewas dalam pertempuran pada Selasa (13/10). (Baca Infografis: Di Indonesia Harga Vaksin Covid-19 Sekitar Rp200 Ribu)

Pria berumur 49 tahun itu bergabung dalam resimen relawan yang dipimpin Federasi Revolusioner Armenia, partai politik nasionalis dan sosialis yang aktif di Lebanon dan Suriah. (Lihat Video: 50 Juta Vaksin Asal Inggris Dipesan Pemerintah Indonesia)

Ratusan keturunan Armenia lain dari diaspora juga telah mendaftar sebagai relawan untuk perang yang pecah pada 27 September itu. Namun belum jelas berapa banyak orang yang sekarang terlibat dalam konflik itu.

“Turki saat ini diduga telah mengirim hampir 1.250 tentara bayaran asal Suriah untuk bertempur bersama pasukan Azerbaijan,” ungkap laporan Reuters.

Para pejuang asal Suriah itu diiming-imingi bayaran USD1.500 per bulan, jumlah yang banyak bagi warga di Suriah. Azerbaijan dan Turki menyangkal tuduhan mengerahkan tentara bayaran itu.

Hingga saat ini, sebanyak 500 orang termasuk lebih dari 60 warga sipil tewas di Nagorno-Karabakh. Berbagai upaya dilakukan untuk menyepakati gencatan senjata selama akhir pekan namun upaya itu gagal setelah pertempuran kembali terjadi di wilayah Hadrut.

Konflik Nagorno-Karabakh telah terjadi selama puluhan tahun. Wilayah itu diakui internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tapi diduduki oleh etnik Armenia yang beragama Kristen.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved