Negara Lain Masih Terjebak dalam Resesi, Ekonomi China Bangkit Lebih Awal

Selasa, 13 Oktober 2020 - 13:15 WIB
Tingkat belanja masyarakat juga disebut pulih sebesar 70% dibandingkan tahun lalu atau mencapai USD70 miliar. Adapun penjualan tiket bioskop melampaui USD580 juta atau 12% di belakang Golden Week tahun lalu. Golden Week telah mendorong rakyat China untuk kembali menjalani dan menikmati hidup seperti sebelum Covid-19 mewabah.

Imbas wabah Covid-19 memang tidak seburuk seperti prediksi sebelumnya. Berdasarkan laporan terbaru Organisasi Pembangunan dan Kerja Sama Ekonomi (OECD), ekonomi dunia akan menyusut tahun ini, tapi tidak sebesar prediksi beberapa bulan lalu menyusul adanya perkembangan positif.

Lembaga penelitian yang berkantor pusat di Prancis itu memperkirakan ekonomi dunia akan turun sebesar 4,5% tahun ini dan juga naik sebesar 5% tahun 2021. Beberapa bulan sebelumnya, OECD pernah mengeluarkan rilis serupa dan memperkirakan ekonomi global akan turun 6% dan naik 5,2% tahun depan.

Bagaimanapun, data itu tidak menggambarkan perkembangan ekonomi secara menyeluruh dan merata. Pasalnya, penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi berasal dari Amerika Serikat (AS) dan China. Negara Eropa hanya naik sedikit. Adapun Meskiko, Argentina, India, dan Indonesia tidak berkembang signifikan. (Lihat videonya: Kelompok Geng Motor Medan Terjaring Razia Polisi)

China menjadi satu-satunya negara G20 yang diproyeksikan mengalami kenaikkan sebesar 1,8% tahun ini, sedangkan AS sebesar 3,8%. Ritel di China, terutama e-commerce, mengalami kenaikkan besar. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!