Putin Serukan Diakhirinya Perang Armenia vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 07:07 WIB
"Menteri luar negeri Azerbaijan dan Armenia diundang ke Moskow pada 9 Oktober untuk mengadakan konsultasi tentang masalah-masalah ini dengan mediasi Menteri Luar Negeri Rusia," lanjut pernyataan Kremlin.
Pernyataan itu muncul setelah beberapa seruan dari Rusia untuk gencatan senjata di wilayah tersebut dikeluarkan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menguraikan bahwa penyelesaian diplomatik di Nagorno-Karabakh harus dimulai dengan gencatan senjata tanpa prasyarat.
Seruan untuk mengakhiri permusuhan di Nagorno-Karabakh telah disuarakan oleh banyak anggota komunitas internasional, termasuk Rusia, Prancis, Jerman, Amerika Serikat dan PBB. (Baca: Pasukan Armenia Hujani Desa-desa Azerbaijan dengan Rudal dan Artileri )
Turki menyatakan dukungannya kepada Azerbaijan, sementara Armenia menuduh Ankara mengirim penasihat militer untuk konflik, tindakan yang dibantah oleh Turki.
Wilayah Nagorno-Karabakh menjadi medan konflik sejak 27 September, di mana Yerevan dan Baku saling menuduh memicu permusuhan militer. Menurut Sekretaris Ketiga Misi Azerbaijan untuk PBB, sedikitnya 30 warga sipil Azerbaijan telah tewas dan 144 luka-luka dalam konflik tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah beberapa seruan dari Rusia untuk gencatan senjata di wilayah tersebut dikeluarkan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menguraikan bahwa penyelesaian diplomatik di Nagorno-Karabakh harus dimulai dengan gencatan senjata tanpa prasyarat.
Seruan untuk mengakhiri permusuhan di Nagorno-Karabakh telah disuarakan oleh banyak anggota komunitas internasional, termasuk Rusia, Prancis, Jerman, Amerika Serikat dan PBB. (Baca: Pasukan Armenia Hujani Desa-desa Azerbaijan dengan Rudal dan Artileri )
Turki menyatakan dukungannya kepada Azerbaijan, sementara Armenia menuduh Ankara mengirim penasihat militer untuk konflik, tindakan yang dibantah oleh Turki.
Wilayah Nagorno-Karabakh menjadi medan konflik sejak 27 September, di mana Yerevan dan Baku saling menuduh memicu permusuhan militer. Menurut Sekretaris Ketiga Misi Azerbaijan untuk PBB, sedikitnya 30 warga sipil Azerbaijan telah tewas dan 144 luka-luka dalam konflik tersebut.
Lihat Juga :