Semobil saat Sakit Covid-19, Trump Dianggap Bahayakan Agen Secret Service
Senin, 05 Oktober 2020 - 10:28 WIB
Yashar Ali, seorang jurnalis dan mantan staf kampanye Hillary Clinton dalam pemilihan presiden 2016, membagikan pesan teks yang dia klaim berasal dari mantan agen Secret Service.
"Saya sudah gila," bunyi pesan tersebut.
“Dia dengan sengaja mengabaikan kesehatan dan keselamatan agen di sekitarnya. Mereka tidak punya pilihan karena mereka menjalankan misi mereka, tapi jika ini bukan indikasi yang jelas bahwa dia bisa memberikan dua hal tentang kesehatan dan keselamatan mereka maka saya tidak tahu apa itu," lanjut pesan yang dibagikan Ali.
"Saya ingat saat kami dulu menilai orang yang dilindungi berdasarkan apakah mereka melakukan perjalanan selama liburan atau tidak, sehingga memengaruhi kehidupan keluarga para agen. Sekarang ke depan, saya kira tes lakmusnya adalah apakah Presiden akan membunuh saya atau tidak."
Jennifer Rubin, kolumnis Washington Post menggambarkan tindakan Trump itu sebagai "perilaku sembrono kriminal". (Baca: Apa yang Terjadi pada Pilpres AS Jika Capres Meninggal atau Menjadi Tak Mampu? )
“GOP (Grand Old Party—sebutan lain Partai Republik) adalah sekte kematian," katanya. "Saya berharap jika ada kerugian yang menimpa agen-agen itu, Jaksa Agung (Maryland) akan mendakwa Trump karena tindakan membahayakan yang sembrono, penyerangan (virus yang dia berikan), dan lain-lain."
Lincoln Project, komite aksi politik anti-Trump yang kontroversial, juga geram. "Dia rela membahayakan orang-orang yang tidak bersalah untuk memenuhi ego kecilnya. Dia tidak akan pernah berubah," tulis kelompok itu melalui Twitter, yang kemudian mem-posting foto Michael Jackson yang bersebelahan dengan bayi laki-lakinya dari balkon. “Energi yang sama,” lanjut posting kelompok itu.
"Saya sudah gila," bunyi pesan tersebut.
“Dia dengan sengaja mengabaikan kesehatan dan keselamatan agen di sekitarnya. Mereka tidak punya pilihan karena mereka menjalankan misi mereka, tapi jika ini bukan indikasi yang jelas bahwa dia bisa memberikan dua hal tentang kesehatan dan keselamatan mereka maka saya tidak tahu apa itu," lanjut pesan yang dibagikan Ali.
"Saya ingat saat kami dulu menilai orang yang dilindungi berdasarkan apakah mereka melakukan perjalanan selama liburan atau tidak, sehingga memengaruhi kehidupan keluarga para agen. Sekarang ke depan, saya kira tes lakmusnya adalah apakah Presiden akan membunuh saya atau tidak."
Jennifer Rubin, kolumnis Washington Post menggambarkan tindakan Trump itu sebagai "perilaku sembrono kriminal". (Baca: Apa yang Terjadi pada Pilpres AS Jika Capres Meninggal atau Menjadi Tak Mampu? )
“GOP (Grand Old Party—sebutan lain Partai Republik) adalah sekte kematian," katanya. "Saya berharap jika ada kerugian yang menimpa agen-agen itu, Jaksa Agung (Maryland) akan mendakwa Trump karena tindakan membahayakan yang sembrono, penyerangan (virus yang dia berikan), dan lain-lain."
Lincoln Project, komite aksi politik anti-Trump yang kontroversial, juga geram. "Dia rela membahayakan orang-orang yang tidak bersalah untuk memenuhi ego kecilnya. Dia tidak akan pernah berubah," tulis kelompok itu melalui Twitter, yang kemudian mem-posting foto Michael Jackson yang bersebelahan dengan bayi laki-lakinya dari balkon. “Energi yang sama,” lanjut posting kelompok itu.
Lihat Juga :