Perang Meluas, Armenia Tembak Jatuh 4 Drone Azerbaijan di Dekat Ibu Kota
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 16:00 WIB
"Terkadang rudal pertahanan udara mengeluarkan banyak suara, tapi jangan khawatir. Mereka efektif," lanjut dia, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (2/10/2020).
Salah satu drone telah menembakkan rudal ke desa Mets Masrik, dekat perbatasan dengan Nagorno-Karabakh, yang menewaskan seorang pria berusia 53 tahun dan melukai dua warga sipil lainnya. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Shushan Stepanyan. (Baca juga: Ini Senjata Israel untuk Azerbaijan dalam Perang dengan Armenia )
Menurutnya, desa terdekat Shatvan, yang juga di dalam wilayah Armenia, diserang artileri Azerbaijan.
Insiden-insiden tersebut merupakan eskalasi pertempuran, yang sebelumnya terbatas di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, wilayah yang dikendalikan etnis Armenia dan telah memerdekakan diri dari Azerbaijan setelah Uni Soviet runtuh.
Gejolak terbaru dimulai pada hari Minggu, di mana kedua belah pihak saling menyalahkan atas kekerasan tersebut. Operasi militer Azerbaijan secara terbuka didukung oleh Ankara, di mana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa "pendudukan Karabakh harus diakhiri."
Salah satu drone telah menembakkan rudal ke desa Mets Masrik, dekat perbatasan dengan Nagorno-Karabakh, yang menewaskan seorang pria berusia 53 tahun dan melukai dua warga sipil lainnya. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Shushan Stepanyan. (Baca juga: Ini Senjata Israel untuk Azerbaijan dalam Perang dengan Armenia )
Menurutnya, desa terdekat Shatvan, yang juga di dalam wilayah Armenia, diserang artileri Azerbaijan.
Insiden-insiden tersebut merupakan eskalasi pertempuran, yang sebelumnya terbatas di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, wilayah yang dikendalikan etnis Armenia dan telah memerdekakan diri dari Azerbaijan setelah Uni Soviet runtuh.
Gejolak terbaru dimulai pada hari Minggu, di mana kedua belah pihak saling menyalahkan atas kekerasan tersebut. Operasi militer Azerbaijan secara terbuka didukung oleh Ankara, di mana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa "pendudukan Karabakh harus diakhiri."
Lihat Juga :