Selain S-300 Rusia, Ini Senjata Perang Armenia yang Digempur Azerbaijan
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:28 WIB
Konflik antara Armenia dan Azerbaijan pernah pecah pada Februari 1988. Keduanya memperebutkan dataran tinggi Nagorno-Karabakh, wilayah sengketa yang pernah menjadi bagian dari Azerbaijan sebelum pecahnya Uni Soviet. Namun, wilayah yang dikendalikan oleh etnis Armenia itu mengumumkan pemisahan dirinya dari Republik Sosialis Soviet Azerbaijan.
Pada 1992-1994, ketegangan memuncak dan meletus menjadi aksi militer skala besar setelah Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh. (Baca juga: Dibombardir Artileri Azerbaijan, Pasukann Armenia Menangis Ingin Pulang )
Konflik selama lima hari terakhir telah menewaskan ratusan orang dari kedua kubu. Pembicaraan tentang penyelesaian sengketa Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1992 di bawah OSCE Minsk Group yang dipimpin oleh tiga negara—Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS), namun tidak membuahkan hasil.
Pada 1992-1994, ketegangan memuncak dan meletus menjadi aksi militer skala besar setelah Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh. (Baca juga: Dibombardir Artileri Azerbaijan, Pasukann Armenia Menangis Ingin Pulang )
Konflik selama lima hari terakhir telah menewaskan ratusan orang dari kedua kubu. Pembicaraan tentang penyelesaian sengketa Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1992 di bawah OSCE Minsk Group yang dipimpin oleh tiga negara—Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS), namun tidak membuahkan hasil.
(min)
Lihat Juga :