Pakar: Kejar Kepentingan di LCS, AS Ambil Resiko Perang dengan China
Senin, 28 September 2020 - 06:15 WIB
"Kami mengirim kapal penjelajah rudal baru kemarin, dan tentu saja Angkatan Laut China tidak dapat mengabaikan provokasi ini. Sebab, meskipun AS mengklaim bahwa itu adalah 'kebebasan navigasi', itu bukanlah kebebasan navigasi ketika Anda mengirim dua kelompok kapal induk melalui Laut China Selatan, itu adalah intimidasi," ujarnya.
"Itu adalah langkah menyiapkan latihan militer, yang akan Anda lakukan jika Anda akan berperang melawan China atau jika Anda akan memblokir Laut China Selatan, (dari) tempat 60% minyak China berasal dan perdagangan bernilai ribuan dolar," sambungnya.
Menurut rilis berita Angkatan Laut AS, USS Mustin melakukan operasi kebebasan navigasi di Laut China Selatan pada 27 Agustus. Kapal tersebut berlayar melalui perairan teritorial yang diklaim China seolah-olah itu adalah perairan internasional, karena AS menolak untuk mengakui validitas klaim China untuk menguasai daerah itu.
Pada awal Juli, AS mengirim dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, untuk melakukan operasi di kawasan tersebut.
Wong menuturkan, ketika AS mulai mengirim kapal ke Laut China Selatan, militer China mulai melakukan latihan Angkatan Laut di sekitarnya, hanya untuk menunjukkan bendera dan menunjukkan bahwa mereka tidak terintimidasi.
"Itu adalah langkah menyiapkan latihan militer, yang akan Anda lakukan jika Anda akan berperang melawan China atau jika Anda akan memblokir Laut China Selatan, (dari) tempat 60% minyak China berasal dan perdagangan bernilai ribuan dolar," sambungnya.
Menurut rilis berita Angkatan Laut AS, USS Mustin melakukan operasi kebebasan navigasi di Laut China Selatan pada 27 Agustus. Kapal tersebut berlayar melalui perairan teritorial yang diklaim China seolah-olah itu adalah perairan internasional, karena AS menolak untuk mengakui validitas klaim China untuk menguasai daerah itu.
Pada awal Juli, AS mengirim dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, untuk melakukan operasi di kawasan tersebut.
Wong menuturkan, ketika AS mulai mengirim kapal ke Laut China Selatan, militer China mulai melakukan latihan Angkatan Laut di sekitarnya, hanya untuk menunjukkan bendera dan menunjukkan bahwa mereka tidak terintimidasi.
Lihat Juga :