Israel Ketakutan Jika AS Benar-benar Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA
Sabtu, 26 September 2020 - 02:00 WIB
Duta Besar AS untuk Israel David Friedman pada hari Rabu mengatakan kemungkinan akan memakan waktu enam hingga tujuh tahun sebelum UEA benar-benar menerima jet tempur siluman F-35.
“Emirat telah mencoba untuk mendapatkan F-35 selama enam atau tujuh tahun. Waktu pengiriman mungkin enam atau tujuh tahun lagi dari sekarang, jika mereka mendapat (persetujuan untuk membeli pesawat),” kata Friedman dalam sebuah wawancara selama konferensi surat kabarJerusalem Post.(Baca juga: Trump: Tak Masalah AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA )
Duta Besar AS itu mengkritik pejabat Israel yang awalnya berbicara menentang atau menyatakan keraguan tentang usulan penjualan pesawat generasi kelima Lockheed Martin tersebut, yang menjadi kunci utama dalam strategi superioritas udara Israel. Meskipun dia tidak menyebutkan secara eksplisit, tampaknya termasuk Menteri Pertahanan Benny Gantz, yang mengatakan bulan lalu bahwa penyebaran jet tempur siluman canggih melalui wilayah itu tidak baik untuk Israel.
"Israel tidak berkepentingan untuk mendiskusikan apa yang mereka takuti atau apa yang mereka inginkan atau apa yang harus mereka dapatkan," kata Friedman.
Pada hari Selasa, Gantz—yang tidak mendapat informasi tentang kesepakatan normalisasi UEA dan penjualan F-35—bertemu dengan mitranya dari Amerika Mark Esper dan pejabat pertahanan lainnya untuk membahas cara mempertahankan keuntungan Israel di wilayah tersebut.
“Para profesional sedang membahas sekarang. Biarkan mereka terlibat, biarkan mereka terus terlibat, dan kita akan mendapatkan hasil yang tepat," kata Friedman.
“Emirat telah mencoba untuk mendapatkan F-35 selama enam atau tujuh tahun. Waktu pengiriman mungkin enam atau tujuh tahun lagi dari sekarang, jika mereka mendapat (persetujuan untuk membeli pesawat),” kata Friedman dalam sebuah wawancara selama konferensi surat kabarJerusalem Post.(Baca juga: Trump: Tak Masalah AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA )
Duta Besar AS itu mengkritik pejabat Israel yang awalnya berbicara menentang atau menyatakan keraguan tentang usulan penjualan pesawat generasi kelima Lockheed Martin tersebut, yang menjadi kunci utama dalam strategi superioritas udara Israel. Meskipun dia tidak menyebutkan secara eksplisit, tampaknya termasuk Menteri Pertahanan Benny Gantz, yang mengatakan bulan lalu bahwa penyebaran jet tempur siluman canggih melalui wilayah itu tidak baik untuk Israel.
"Israel tidak berkepentingan untuk mendiskusikan apa yang mereka takuti atau apa yang mereka inginkan atau apa yang harus mereka dapatkan," kata Friedman.
Pada hari Selasa, Gantz—yang tidak mendapat informasi tentang kesepakatan normalisasi UEA dan penjualan F-35—bertemu dengan mitranya dari Amerika Mark Esper dan pejabat pertahanan lainnya untuk membahas cara mempertahankan keuntungan Israel di wilayah tersebut.
“Para profesional sedang membahas sekarang. Biarkan mereka terlibat, biarkan mereka terus terlibat, dan kita akan mendapatkan hasil yang tepat," kata Friedman.
(min)
Lihat Juga :