Israel Ketakutan Jika AS Benar-benar Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA
Sabtu, 26 September 2020 - 02:00 WIB
"Akhirnya kepala staf menyimpulkan posisi militer. Hal-hal ini dibahas dalam proses yang teratur, bukan karena iseng. Dan kami sangat ingin mempertahankan keuntungan kami selama bertahun-tahun di kawasan ini," kata Norkin, yang dilansirTimes of Israel, Jumat (25/9/2020).(Baca: AS Hendak Jual F-35 ke UEA, Menhan Israel Terbang ke Washington )
Meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berulang kali membantah memberikan persetujuannya untuk penjualan F-35 AS ke UEA, dia diduga telah mengetahui hal itu sebelumnya dan tidak memberi tahu Kementerian Pertahanan dan militer bahwa penjualan tersebut—hingga saat itu dianggap ditangguhkan tanpa batas waktu—tampaknya akan terjadi.
Ditanya apakah langkah itu bisa terjadi meski ditentang oleh perdana menteri, Norkin mengatakan dia tidak tahu, tetapi Israel telah memengaruhi AS di masa lalu tentang masalah mempertahankan superioritas militernya di wilayah tersebut.
Di bawah undang-undang 2008 dan kebijakan puluhan tahun, Amerika Serikat dilarang melakukan penjualan senjata ke negara-negara di Timur Tengah jika Pentagon memutuskan bahwa hal itu akan merusak apa yang disebut Israel "Qualitative Military Edge (QME)".
Dalam beberapa kasus, penjualan senjata yang akan mengancam QME Israel pada akhirnya diizinkan untuk dilakukan asalkan Amerika Serikat mengimbangi potensi bahaya dengan membatasi cara penggunaan peralatan oleh negara lain atau dengan menjual teknologi militer yang lebih kuat ke Israel. Misalnya, di bawah Presiden AS Barack Obama, jet tempur F-16 dijual ke Arab Saudi dengan syarat tidak dapat ditempatkan dalam jarak dekat Israel.
Menurut laporanReuterspada Selasa lalu, AS berharap akan menandatangani kesepakatan untuk menjual pesawat tempur siluman ke UEA pada bulan Desember, tetapi Amerika juga mencari cara untuk meredakan kekhawatiran Israel bahwa keamanannya dapat terancam oleh penjualan jet canggih tersebut.(Baca: AS dan UEA Ingin Teken Penjualan F-35 pada Desember )
Laporan tersebut mengklaim satu langkah yang sedang ditinjau adalah memasok Israel dengan teknologi untuk mengidentifikasi jet tempur siluman Emirat, sehingga tidak dapat menghindari radar Israel.
Meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berulang kali membantah memberikan persetujuannya untuk penjualan F-35 AS ke UEA, dia diduga telah mengetahui hal itu sebelumnya dan tidak memberi tahu Kementerian Pertahanan dan militer bahwa penjualan tersebut—hingga saat itu dianggap ditangguhkan tanpa batas waktu—tampaknya akan terjadi.
Ditanya apakah langkah itu bisa terjadi meski ditentang oleh perdana menteri, Norkin mengatakan dia tidak tahu, tetapi Israel telah memengaruhi AS di masa lalu tentang masalah mempertahankan superioritas militernya di wilayah tersebut.
Di bawah undang-undang 2008 dan kebijakan puluhan tahun, Amerika Serikat dilarang melakukan penjualan senjata ke negara-negara di Timur Tengah jika Pentagon memutuskan bahwa hal itu akan merusak apa yang disebut Israel "Qualitative Military Edge (QME)".
Dalam beberapa kasus, penjualan senjata yang akan mengancam QME Israel pada akhirnya diizinkan untuk dilakukan asalkan Amerika Serikat mengimbangi potensi bahaya dengan membatasi cara penggunaan peralatan oleh negara lain atau dengan menjual teknologi militer yang lebih kuat ke Israel. Misalnya, di bawah Presiden AS Barack Obama, jet tempur F-16 dijual ke Arab Saudi dengan syarat tidak dapat ditempatkan dalam jarak dekat Israel.
Menurut laporanReuterspada Selasa lalu, AS berharap akan menandatangani kesepakatan untuk menjual pesawat tempur siluman ke UEA pada bulan Desember, tetapi Amerika juga mencari cara untuk meredakan kekhawatiran Israel bahwa keamanannya dapat terancam oleh penjualan jet canggih tersebut.(Baca: AS dan UEA Ingin Teken Penjualan F-35 pada Desember )
Laporan tersebut mengklaim satu langkah yang sedang ditinjau adalah memasok Israel dengan teknologi untuk mengidentifikasi jet tempur siluman Emirat, sehingga tidak dapat menghindari radar Israel.
Lihat Juga :