Iran Balik Tuding Arab Saudi Pengacau di Timur Tengah
Jum'at, 25 September 2020 - 14:23 WIB
"Arab Saudi adalah pendukung utama keuangan diktator Irak, Saddam Hussein, dalam delapan tahun agresi melawan Republik Islam Iran di mana dia melakukan banyak kejahatan, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap Iran dan Kota dan warga Irak," ujarnya.
Ia juga menuding Arab Saudi sebagai pendukung kelompok teroris. Arab Saudi juga menjalankan kebijakan destruktif di Timur Tengah, merujuk pada campur tangan negara kerajaan di Teluk itu dalam konflik Yaman.
Konflik di Yaman telah menyebabkan kematian dan kehancuran di mana ribuan warga sipil tewas dan mengungsi, termasuk anak-anak dan perempuan. Konflik bersenjata itu juga telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia karena jutaan orang masih menghadapi risiko kelaparan.(Baca juga: Delapan Juta Anak Putus Sekolah di Yaman Akibat Perang dan Covid-19 )
"Kejahatan semacam itu begitu brutal dan mengerikan sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa menempatkan negara ini di puncak daftar pembunuh anak global. Meskipun kemudian, karena alasan non-profesional yang jelas, namanya dicoret dari daftar itu," ujarnya.
Ravanchi kemudian menegaskan bahwa pemulihan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah membutuhkan dialog yang tulus dengan keterlibatan aktif dan konstruktif dari semua negara kawasan berdasarkan rasa saling menghormati, inklusivitas dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Ia juga menuding Arab Saudi sebagai pendukung kelompok teroris. Arab Saudi juga menjalankan kebijakan destruktif di Timur Tengah, merujuk pada campur tangan negara kerajaan di Teluk itu dalam konflik Yaman.
Konflik di Yaman telah menyebabkan kematian dan kehancuran di mana ribuan warga sipil tewas dan mengungsi, termasuk anak-anak dan perempuan. Konflik bersenjata itu juga telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia karena jutaan orang masih menghadapi risiko kelaparan.(Baca juga: Delapan Juta Anak Putus Sekolah di Yaman Akibat Perang dan Covid-19 )
"Kejahatan semacam itu begitu brutal dan mengerikan sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa menempatkan negara ini di puncak daftar pembunuh anak global. Meskipun kemudian, karena alasan non-profesional yang jelas, namanya dicoret dari daftar itu," ujarnya.
Ravanchi kemudian menegaskan bahwa pemulihan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah membutuhkan dialog yang tulus dengan keterlibatan aktif dan konstruktif dari semua negara kawasan berdasarkan rasa saling menghormati, inklusivitas dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Lihat Juga :