China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:10 WIB
China juga telah membangun tiruan salah satu pangkalan udara terbesar di Taiwan, yang juga digunakan sebagai bandara sipil yang melayani pusat kota Taichung. Berasal dari tahun 2002, ini adalah salah satu model tertua yang dimilikiChina dan juga salah satu model yang paling sederhana, hanya terdiri dari garis-garis di pasir.

O'Connor mengatakan bahwa model tersebut terletak tepat di sebelah Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, fasilitas peluncuran roket tertua di China, yang berarti kemungkinan digunakan untuk pengujian senjata dan latihan pengeboman.

Chinajuga tampaknya sedang berlatih untuk merebut gedung-gedung utama pemerintahan Taiwan, termasuk kantor kepresidenan, kementerian luar negeri, dan peradilan.

Gambar-gambar satelit menunjukkan dua model terpisah dari Zona Khusus Bo'ai di pusat kota Taipei, tempat pemerintahannya berada. Salah satu replikanya, yang terletak di tempat pelatihan Zhurihe dan dibuat pada tahun 2014, berfokus pada bangunan, mungkin untuk mensimulasikan skenario di mana pasukan daratChina akan menyerbu ibu kota.

Model kedua dan yang lebih baru, terletak di gurun di Mongolia Dalam, lebih berfokus pada jalan-jalan di sekitar gedung-gedung pemerintah, dengan sudut jalan dan ukuran blok kota yang sangat mirip dengan Taipei.

Shugart mengatakan bahwa model ini kemungkinan besar dibuat untuk latihan tembak. “Itu mungkin untuk melatih pasukan darat mengambil fasilitas khusus tersebut,” jelasnya.

Pada tahun 2015, segera setelah replika pertama kantor kepresidenan Taiwan dibangun, PLA merilis video pelatihan yang menunjukkan tentara menembak dan menyerbu ke arah kantor tersebut.

Selain latihan militer, para pakar juga mencatat bahwa pencitraan model-model ini adalah cara yang sangat efektif untuk mengirimkan pesan kepada semua musuh potensial.

"Ini merupakan pesan kepada Jepang bahwa 'jika terjadi perkelahian, Anda akan ikut serta'. Ini merupakan pesan kepada AS bahwa 'jika Anda mencoba melakukan intervensi, kami akan menyerang basis Anda'. Dan menyampaikan pesan ke Taiwan bahwa 'kami sedang berlatih untuk mengambil ibu kota Anda'," kata Shugart.

Menurutnya,pesan-pesan China itu tersampaikan. Negara-negara di seluruh dunia, khususnya di Indo-Pasifik telah meningkatkan anggaran pertahanan mereka dan meningkatkan produksi dan pengadaan senjata mereka, dan banyak yang menyebut agresiChina sebagai faktor kuncinya.

Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan pada bulan Mei, "Ada kekhawatiran yang wajar mengenai pembangunan militer bersejarahChina dan perluasan aktivitas militernya di wilayah tersebut dan sekitarnya.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!