Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina

Jum'at, 24 Juli 2026 - 07:37 WIB
Menurut proyek intelijen sumber terbuka Oryx, Rusia telah kehilangan setidaknya satu Su-57 selama perang melawan Ukraina, di mana pesawat tersebut rusak di darat pada tahun 2024 selama serangan Ukraina. Pesawat itu mungkin dapat diperbaiki, karena Su-57 relatif baru dan mahal, sehingga restorasi berpotensi lebih ekonomis daripada memproduksi pengganti.

Jumlah total Su-57 yang digunakan Rusia sebenarnya tidak diketahui, tetapi sebagian besar perkiraan menempatkan angka tersebut kurang dari 50 pesawat, termasuk prototipe.

Meskipun Su-57 dipasarkan sebagai jet tempur generasi kelima modern, Rusia belum mengerahkan secara total pesawat ini untuk melawan Ukraina. Su-57 mahal, dan kehilangan apa pun di Ukraina akan merusak upaya Rusia untuk mempromosikan Su-57 sebagai platform siluman yang siap ekspor.

Pesawat Su-57 melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010, dengan produksi massal dimulai pada tahun 2019 dan mulai beroperasi pada tahun 2020. Rusia juga telah mengumumkan penjualan Su-57 ke Aljazair dengan dua jet yang telah dikirim.

Secara fisik, Su-57 memiliki panjang lebih dari 20 meter dengan bentang sayap lebih dari 14 meter. Pesawat ini dapat membawa hingga 7,5 ton persenjataan, termasuk rudal dan bom yang disimpan di kompartemen internal untuk menjaga agar jejak radarnya tetap rendah.

Pesawat ini dilengkapi dengan rangkaian avionik dan sistem peperangan elektronik tercanggih Rusia. Su-57 juga menggabungkan sensor pencarian dan pelacakan inframerah, kemampuan tautan data canggih, dan kemampuan manuver tinggi yang dimungkinkan oleh mesin pengarah dorong.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!