Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jum'at, 24 Juli 2026 - 07:37 WIB
loading...
Sebuah jet tempur siluman Su-57 Rusia dilaporkan jatuh saat latihan penerbangan di Oblast Moskow pada hari Kamis. Foto/Pravda/Wikipedia
A
A
A
MOSKOW - Sebuah jet tempur siluman Su-57 Rusia dilaporkan jatuh di Oblast Moskow pada hari Kamis. Jatuhnya pesawat canggih seharga lebih dari Rp2 triliun ini bukan akibat ditembak pasukan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia, yang dikutip kantor berita TASS, enggan menyebut pesawat yang jatuh adalah Su-57. Kementerian itu hanya mengatakan pesawat tempur latih jatuh saat latihan penerbangan.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Baru Tiba di Polandia, Hebat Mana dengan Pesawat Su-57 Rusia?
Namun, surat kabar pro-pemerintah Rusia; Kommersant, melaporkan pesawat yang jatuh adalah Su-57. Pesawat Su-57 adalah jet tempur siluman generasi kelima Rusia yang pernah digunakan dalam perang melawan Ukraina, terutama untuk serangan jarak jauh dengan rudal Kh-59 dan Kh-69.
Pesawat tersebut jatuh saat lepas landas di daerah terpencil. Pesawat hancur total. Pilotnya dilaporkan selamat setelah melontarkan diri.
Stasiun televisi milik negara Rusia, REN TV, melaporkan bahwa pesawat tersebut jatuh di distrik Odintsovo. Media tersebut tidak menyebutkan lapangan terbang tempat pesawat lepas landas, meskipun daerah tersebut merupakan lokasi lapangan terbang militer Kubinka, yang terletak sekitar 60 kilometer (hampir 35 mil) sebelah barat Moskow.
Saluran Telegram independen Rusia, Astra, melaporkan bahwa geolokasi foto saksi mata dari lokasi kecelakaan membantu mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai daerah dekat desa Lutsino dan Shikhovo, sekitar 6–7 kilometer (3-4 mil) dari pusat Zvenigorod.
Saluran Telegram Ukraina, Supernova Plus, juga merilis rekaman yang menunjukkan asap dan api di lokasi kecelakaan.
Su-57 tercatat sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih dan mahal di Angkatan Udara Rusia. Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina Robert "Magyar" Brovdi mengatakan pada 1 Mei bahwa satu unit Su-57 berharga antara USD100 juta (Rp1,7 triliun) hingga USD120 juta (2,1 triliun).
Brovdi menggambarkan Su-57 sebagai ancaman signifikan bagi pesawat dan sistem pertahanan udara Ukraina.
Su-57 pada dasarnya adalah versi Rusia dari jet tempur siluman F-22 Raptor Amerika Serikat (AS).
Menurut proyek intelijen sumber terbuka Oryx, Rusia telah kehilangan setidaknya satu Su-57 selama perang melawan Ukraina, di mana pesawat tersebut rusak di darat pada tahun 2024 selama serangan Ukraina. Pesawat itu mungkin dapat diperbaiki, karena Su-57 relatif baru dan mahal, sehingga restorasi berpotensi lebih ekonomis daripada memproduksi pengganti.
Jumlah total Su-57 yang digunakan Rusia sebenarnya tidak diketahui, tetapi sebagian besar perkiraan menempatkan angka tersebut kurang dari 50 pesawat, termasuk prototipe.
Meskipun Su-57 dipasarkan sebagai jet tempur generasi kelima modern, Rusia belum mengerahkan secara total pesawat ini untuk melawan Ukraina. Su-57 mahal, dan kehilangan apa pun di Ukraina akan merusak upaya Rusia untuk mempromosikan Su-57 sebagai platform siluman yang siap ekspor.
Pesawat Su-57 melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010, dengan produksi massal dimulai pada tahun 2019 dan mulai beroperasi pada tahun 2020. Rusia juga telah mengumumkan penjualan Su-57 ke Aljazair dengan dua jet yang telah dikirim.
Secara fisik, Su-57 memiliki panjang lebih dari 20 meter dengan bentang sayap lebih dari 14 meter. Pesawat ini dapat membawa hingga 7,5 ton persenjataan, termasuk rudal dan bom yang disimpan di kompartemen internal untuk menjaga agar jejak radarnya tetap rendah.
Pesawat ini dilengkapi dengan rangkaian avionik dan sistem peperangan elektronik tercanggih Rusia. Su-57 juga menggabungkan sensor pencarian dan pelacakan inframerah, kemampuan tautan data canggih, dan kemampuan manuver tinggi yang dimungkinkan oleh mesin pengarah dorong.
Kementerian Pertahanan Rusia, yang dikutip kantor berita TASS, enggan menyebut pesawat yang jatuh adalah Su-57. Kementerian itu hanya mengatakan pesawat tempur latih jatuh saat latihan penerbangan.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Baru Tiba di Polandia, Hebat Mana dengan Pesawat Su-57 Rusia?
Namun, surat kabar pro-pemerintah Rusia; Kommersant, melaporkan pesawat yang jatuh adalah Su-57. Pesawat Su-57 adalah jet tempur siluman generasi kelima Rusia yang pernah digunakan dalam perang melawan Ukraina, terutama untuk serangan jarak jauh dengan rudal Kh-59 dan Kh-69.
Pesawat tersebut jatuh saat lepas landas di daerah terpencil. Pesawat hancur total. Pilotnya dilaporkan selamat setelah melontarkan diri.
Stasiun televisi milik negara Rusia, REN TV, melaporkan bahwa pesawat tersebut jatuh di distrik Odintsovo. Media tersebut tidak menyebutkan lapangan terbang tempat pesawat lepas landas, meskipun daerah tersebut merupakan lokasi lapangan terbang militer Kubinka, yang terletak sekitar 60 kilometer (hampir 35 mil) sebelah barat Moskow.
Saluran Telegram independen Rusia, Astra, melaporkan bahwa geolokasi foto saksi mata dari lokasi kecelakaan membantu mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai daerah dekat desa Lutsino dan Shikhovo, sekitar 6–7 kilometer (3-4 mil) dari pusat Zvenigorod.
Saluran Telegram Ukraina, Supernova Plus, juga merilis rekaman yang menunjukkan asap dan api di lokasi kecelakaan.
Su-57 tercatat sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih dan mahal di Angkatan Udara Rusia. Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina Robert "Magyar" Brovdi mengatakan pada 1 Mei bahwa satu unit Su-57 berharga antara USD100 juta (Rp1,7 triliun) hingga USD120 juta (2,1 triliun).
Brovdi menggambarkan Su-57 sebagai ancaman signifikan bagi pesawat dan sistem pertahanan udara Ukraina.
Su-57 pada dasarnya adalah versi Rusia dari jet tempur siluman F-22 Raptor Amerika Serikat (AS).
Menurut proyek intelijen sumber terbuka Oryx, Rusia telah kehilangan setidaknya satu Su-57 selama perang melawan Ukraina, di mana pesawat tersebut rusak di darat pada tahun 2024 selama serangan Ukraina. Pesawat itu mungkin dapat diperbaiki, karena Su-57 relatif baru dan mahal, sehingga restorasi berpotensi lebih ekonomis daripada memproduksi pengganti.
Jumlah total Su-57 yang digunakan Rusia sebenarnya tidak diketahui, tetapi sebagian besar perkiraan menempatkan angka tersebut kurang dari 50 pesawat, termasuk prototipe.
Meskipun Su-57 dipasarkan sebagai jet tempur generasi kelima modern, Rusia belum mengerahkan secara total pesawat ini untuk melawan Ukraina. Su-57 mahal, dan kehilangan apa pun di Ukraina akan merusak upaya Rusia untuk mempromosikan Su-57 sebagai platform siluman yang siap ekspor.
Pesawat Su-57 melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010, dengan produksi massal dimulai pada tahun 2019 dan mulai beroperasi pada tahun 2020. Rusia juga telah mengumumkan penjualan Su-57 ke Aljazair dengan dua jet yang telah dikirim.
Secara fisik, Su-57 memiliki panjang lebih dari 20 meter dengan bentang sayap lebih dari 14 meter. Pesawat ini dapat membawa hingga 7,5 ton persenjataan, termasuk rudal dan bom yang disimpan di kompartemen internal untuk menjaga agar jejak radarnya tetap rendah.
Pesawat ini dilengkapi dengan rangkaian avionik dan sistem peperangan elektronik tercanggih Rusia. Su-57 juga menggabungkan sensor pencarian dan pelacakan inframerah, kemampuan tautan data canggih, dan kemampuan manuver tinggi yang dimungkinkan oleh mesin pengarah dorong.
(mas)
Lihat Juga :