Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Selasa, 21 Juli 2026 - 16:34 WIB
Ketika ditanya oleh RT untuk mengomentari potensi perluasan perang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan, “Tanggung jawab... sepenuhnya berada di tangan Amerika Serikat.”
Ia kemudian mendesak kekuatan regional untuk “mencegah AS menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk menyerang” Iran, dengan mengatakan serangan balasan Teheran adalah untuk membela diri.
Eskalasi saat ini terjadi setelah runtuhnya gencatan senjata yang rapuh awal bulan ini karena eskalasi di Selat Hormuz.
Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir," menyebut para pemimpin Iran sebagai "orang-orang sakit" dan mengancam akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut di jalur perairan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS yang diperbarui itu sebagai "pelanggaran berat" terhadap nota kesepahaman gencatan senjata, dan bersumpah angkatan bersenjatanya akan mempertahankan integritas teritorial dan keamanan nasional negara itu.
Baca juga: Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Ia kemudian mendesak kekuatan regional untuk “mencegah AS menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk menyerang” Iran, dengan mengatakan serangan balasan Teheran adalah untuk membela diri.
Eskalasi saat ini terjadi setelah runtuhnya gencatan senjata yang rapuh awal bulan ini karena eskalasi di Selat Hormuz.
Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir," menyebut para pemimpin Iran sebagai "orang-orang sakit" dan mengancam akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut di jalur perairan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS yang diperbarui itu sebagai "pelanggaran berat" terhadap nota kesepahaman gencatan senjata, dan bersumpah angkatan bersenjatanya akan mempertahankan integritas teritorial dan keamanan nasional negara itu.
Baca juga: Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
(sya)
Lihat Juga :