Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB
Korps Garda Revolusi Islam juga mengatakan telah menggunakan rudal dan drone untuk menargetkan tempat perlindungan pesawat di pangkalan tersebut, menurut Fars News Agency, sebuah media yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran.
"Lokasi Yordania memungkinkan Amerika Serikat untuk melakukan operasi udara yang lebih efisien di Suriah, Irak, dan wilayah yang lebih luas,” kata David Deptula, seorang pensiunan letnan jenderal Angkatan Udara yang merupakan arsitek utama perang udara Teluk Persia tahun 1991.
“Oleh karena itu, serangan hari Jumat bukan hanya serangan terhadap pangkalan,” katanya dalam sebuah email pada hari Sabtu. “Itu adalah serangan terhadap koalisi regional AS dan upaya untuk membuat biaya politik dari menampung pasukan Amerika lebih besar daripada manfaat keamanannya.”
Militer AS mengumumkan pada Sabtu malam bahwa mereka telah melancarkan serangan balasan untuk mengurangi ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz. "Dan untuk dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania," kata Komando Pusat AS atau CENTCOM.
Bahkan sebelum serangan terbaru AS tersebut, Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa dia berencana untuk meningkatkan serangan terhadap Iran dalam minggu depan dan bermaksud untuk menyerang lebih banyak infrastruktur Iran, termasuk jembatan, pembangkit listrik, dan sistem distribusi.
"Lokasi Yordania memungkinkan Amerika Serikat untuk melakukan operasi udara yang lebih efisien di Suriah, Irak, dan wilayah yang lebih luas,” kata David Deptula, seorang pensiunan letnan jenderal Angkatan Udara yang merupakan arsitek utama perang udara Teluk Persia tahun 1991.
“Oleh karena itu, serangan hari Jumat bukan hanya serangan terhadap pangkalan,” katanya dalam sebuah email pada hari Sabtu. “Itu adalah serangan terhadap koalisi regional AS dan upaya untuk membuat biaya politik dari menampung pasukan Amerika lebih besar daripada manfaat keamanannya.”
Militer AS mengumumkan pada Sabtu malam bahwa mereka telah melancarkan serangan balasan untuk mengurangi ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz. "Dan untuk dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania," kata Komando Pusat AS atau CENTCOM.
Bahkan sebelum serangan terbaru AS tersebut, Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa dia berencana untuk meningkatkan serangan terhadap Iran dalam minggu depan dan bermaksud untuk menyerang lebih banyak infrastruktur Iran, termasuk jembatan, pembangkit listrik, dan sistem distribusi.
(mas)
Lihat Juga :