100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Minggu, 19 Juli 2026 - 11:38 WIB
Sejak 1983, Darwin telah menjadi tuan rumah latihan perang ini dengan bantuan RAAF Base Tindal di Katherine dan RAAF Base Amberley di barat daya Brisbane.
Ke-20 negara yang berpartisipasi dalam latihan tahun ini termasuk Selandia Baru, Amerika Serikat, Jepang, Papua Nugini, Indonesia, Filipina, Thailand, Republik Korea, India, Singapura, Jerman, Prancis, Spanyol, Fiji, Kanada, Brunei, Malaysia, Finlandia, dan Swedia.
Untuk pertama kalinya, Jepang mengirimkan jet tempur siluman F-35 Lightning II, dan Indonesia membawa jet T-50I Golden Eagle.
Komandan Exercise Pitch Black, Komodor Udara Matthew McCormack, mengatakan para penerbang tidak berlatih untuk menghadapi ancaman spesifik tertentu.
"Analogi yang saya gunakan seperti pertandingan sepak bola Piala Dunia," katanya, seperti dikutip abc.net.au.
"Anda tidak akan mengharapkan tim negara Anda untuk langsung menuju final...tanpa banyak latihan sebelum mencapai posisi itu," ujarnya.
Meskipun ketegangan meningkat di seluruh dunia di tengah manuver rudal China baru-baru ini dan perang di Iran, McCormack mengatakan skenario latihan akan didasarkan pada "lingkungan ancaman tinggi" yang "generik".
"Jelas, Kementerian Pertahanan sangat menyadari apa yang terjadi di kawasan kita, seperti halnya semua mitra kita, apa yang terjadi di lingkungan global, dan ini adalah masa-masa menarik yang kita jalani," katanya.
"Namun, tujuan utama kehadiran semua negara mitra kita di sini adalah untuk melakukan pelatihan tersebut, untuk meningkatkan keterampilan kita," imbuh dia.
Ke-20 negara yang berpartisipasi dalam latihan tahun ini termasuk Selandia Baru, Amerika Serikat, Jepang, Papua Nugini, Indonesia, Filipina, Thailand, Republik Korea, India, Singapura, Jerman, Prancis, Spanyol, Fiji, Kanada, Brunei, Malaysia, Finlandia, dan Swedia.
Untuk pertama kalinya, Jepang mengirimkan jet tempur siluman F-35 Lightning II, dan Indonesia membawa jet T-50I Golden Eagle.
Latihan Perang untuk Apa?
Komandan Exercise Pitch Black, Komodor Udara Matthew McCormack, mengatakan para penerbang tidak berlatih untuk menghadapi ancaman spesifik tertentu.
"Analogi yang saya gunakan seperti pertandingan sepak bola Piala Dunia," katanya, seperti dikutip abc.net.au.
"Anda tidak akan mengharapkan tim negara Anda untuk langsung menuju final...tanpa banyak latihan sebelum mencapai posisi itu," ujarnya.
Meskipun ketegangan meningkat di seluruh dunia di tengah manuver rudal China baru-baru ini dan perang di Iran, McCormack mengatakan skenario latihan akan didasarkan pada "lingkungan ancaman tinggi" yang "generik".
"Jelas, Kementerian Pertahanan sangat menyadari apa yang terjadi di kawasan kita, seperti halnya semua mitra kita, apa yang terjadi di lingkungan global, dan ini adalah masa-masa menarik yang kita jalani," katanya.
"Namun, tujuan utama kehadiran semua negara mitra kita di sini adalah untuk melakukan pelatihan tersebut, untuk meningkatkan keterampilan kita," imbuh dia.
Lihat Juga :