10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:10 WIB

3. Tambang North Antelope Rochelle, Amerika Serikat

Kembali ke Wyoming, dan ke detail teknis yang patut dinikmati. North Antelope Rochelle, sekitar 65 mil selatan Gillette dan dimiliki oleh Peabody Energy, menghasilkan sekitar 56,25 juta ton pada tahun 2023, menempati peringkat ketiga berdasarkan produksi. Namun berdasarkan cadangan, ini adalah tambang batubara terbesar di Bumi, pada dasarnya sebuah brankas batubara yang belum ditambang.

Sebenarnya ini adalah dua tambang permukaan yang digabungkan, North Antelope (dibuka tahun 1983) dan Rochelle (1985), dan direncanakan akan beroperasi hingga tahun 2047. Batubara yang dihasilkan adalah batubara sub-bituminus dengan kandungan sulfur serendah 0,2 persen, batubara yang paling bersih pembakarannya di negara tersebut.

4. Tambang Batu Bara Kusmunda, India

Tambang batu bara kedua India ini terletak di wilayah Korba yang kaya batubara di Chhattisgarh, sekali lagi di bawah naungan South Eastern Coalfields. Kusmunda menghasilkan sekitar 50 juta ton pada tahun 2023, menjadikannya tambang terbesar kedua di India dan mengukuhkan Korba sebagai salah satu distrik batubara tersibuk di dunia.

Dibuka pada tahun 1979, tambang ini mengolah batubara bituminus yang melimpah seperti tetangganya, Gevra, dan juga diperkirakan akan beroperasi hingga tahun 2036. Dua dari lima tambang batubara terbesar di dunia, luar biasanya, terletak di satu distrik di India.

5. Tambang Shaanxi Utara, China

Untuk negara yang membakar setengah dari batu bara dunia, China hanya menempatkan satu tambang dalam daftar ini, yang lebih menunjukkan bagaimana negara itu menyebarkan produksi di sejumlah besar lokasi daripada tentang China sendiri.

Shaanxi Utara, di provinsi pedalaman barat laut sekitar 485 mil sebelah barat Beijing, adalah tambang terbesar di negara itu, dimiliki oleh Shaanxi Coal and Chemical Industry Group dari Xi'an. Tambang ini menghasilkan sekitar 41,34 juta ton pada tahun 2023. Cadangan Tiongkok sangat condong ke arah antrasit dan batu bara bitumen, yang bersama-sama membentuk sekitar 94 persen dari total nasional, sehingga tambang-tambangnya cenderung menghasilkan bahan berkualitas tinggi.

6. Tambang Sangatta, Indonesia

Sekarang dimulailah pengambilalihan oleh Indonesia. Sangatta, di Kalimantan Timur di pulau Borneo, adalah tambang permukaan terbesar keenam di dunia dan yang pertama dari empat tambang Indonesia berturut-turut.

Dimiliki oleh Bumi Resources yang berbasis di Jakarta, tambang ini menghasilkan 40,9 juta ton pada tahun 2023 di tiga area deposit dengan nama-nama yang bagus yaitu Prima Pinang, Melawan, dan Pinang Utara. Eksplorasi di sini dimulai pada tahun 1987, dan ekspor komersial pertama dilakukan pada tahun 1992. Sebagian besar yang digali adalah batubara sub-bituminus, dibagi antara pembangkit listrik lokal dan pasar ekspor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!