10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Minggu, 19 Juli 2026 - 01:10 WIB
7. Tambang Belchatow, Polandia
Tambang batu bara terbesar di Eropa memecahkan rekor produksi. Tambang Belchatow, di Polandia tengah, dimiliki oleh perusahaan listrik negara PGE dan menghasilkan sekitar 40,43 juta ton pada tahun 2023. Tambang ini juga memasok salah satu pembangkit listrik terbesar di benua Eropa yang berada tepat di sebelahnya.Masalahnya adalah apa yang dibakar: lignit, batubara kualitas terendah, yang termuda dan paling tidak padat energi di antara semuanya. Beroperasi sejak 1955, tambang ini direncanakan akan beroperasi hingga 2040, tetapi kampanye berkelanjutan oleh kelompok lingkungan dapat menutupnya lebih awal pada tahun 2036. Di Eropa yang semakin panas, tambang lignit raksasa adalah hal yang sulit untuk dipertahankan.
8. Proyek FTB, Indonesia
Kembali ke Borneo. Proyek FTB, tambang permukaan Kalimantan Timur lainnya, dimiliki oleh Bayan Resources, perusahaan di balik miliarder Indonesia Low Tuck Kwong. Tambang ini menghasilkan sekitar 37,4 juta ton pada tahun 2023 dan memiliki prospek jangka panjang, dengan operasi yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2055.Batubara yang dihasilkan berkisar dari batu bara bituminus berenergi tinggi hingga batubara sub-bituminus rendah sulfur dan abu, yang merupakan jenis batubara yang dicari pembeli di luar negeri dengan harga tinggi. Perlu dicatat bahwa Indonesia adalah pengekspor batubara terbesar di dunia untuk pembangkit listrik, dan tambang seperti inilah alasannya.
9. Tambang Tutupan, Indonesia
Kalimantan Selatan menempati urutan kedua. Tutupan, yang dimiliki oleh Adaro Energy, menghasilkan sekitar 36,39 juta ton pada tahun 2023. Batubara yang dihasilkan dijual dengan merek Envirocoal, batu bara sub-bituminus berenergi sedang yang dipasarkan karena kandungan sulfur dan abunya yang sangat rendah. Menjual batubara dengan alasan ramah lingkungan adalah trik yang cerdik, dan pertanda pasti ke mana arah angin bertiup untuk industri ini.10. Tambang Borneo Indobara, Indonesia
Melengkapi daftar ini adalah Borneo Indobara, juga di Kalimantan Selatan, yang dimiliki oleh Dian Swastatika Sentosa, sebuah konglomerat yang bergerak di bidang pertambangan, energi, teknologi, dan kimia.Tambang ini menghasilkan sekitar 35,03 juta ton pada tahun 2023 dan diperkirakan akan beroperasi hingga tahun 2036, menambang lignit dan batu bara sub-bituminus dari formasi Warukin yang mendasari sebagian besar wilayah tersebut. Hal ini menjadikan empat tambang Indonesia berada di bagian bawah daftar ini, sebuah sinyal jelas tentang seberapa cepat negara ini telah menancapkan pengaruhnya ke peringkat teratas industri batubara global.
(ahm)
Lihat Juga :