Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk

Senin, 06 Juli 2026 - 12:19 WIB
“Baik kita berbicara tentang 16 (senator)...atau interpretasi lain, itu masih jauh dari ambang batas vonis bersalah," imbuh dia.

Dinasti yang Terancam



Meskipun Presiden Marcos telah berhati-hati untuk secara terbuka menjauhkan diri dari proses pemakzulan, proses ini berlangsung di tengah perseteruan politik yang sengit antara dinasti Marcos dan Duterte.

Keretakan dalam aliansi yang rapuh mulai terlihat beberapa minggu setelah kemenangan telak mereka dalam pemilihan presiden 2022.

Perseteruan tersebut meledak menjadi perang terbuka pada tahun 2025 dengan pemakzulan pertama Sara Duterte—yang kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung—dan penangkapan serta pemindahan mantan presiden Duterte untuk menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan di ICC.

Hasil persidangan Senat memiliki implikasi serius bagi kedua belah pihak, kata Arguelles. “Semua faksi ini berjuang untuk masa depan politik mereka,” katanya.

“Bagi pemerintahan Marcos, ini adalah fakta bahwa begitu mereka lengser dari kekuasaan...mereka harus memastikan bahwa pemerintahan berikutnya tidak akan menyerang mereka," imbuh dia.

Bahkan, menurut Arguelles, jika Sara Duterte terhindar dari hukuman, dia kemungkinan besar tidak akan lolos tanpa "cedera" setelah berbulan-bulan berada di bawah pengawasan publik yang intens.

Tuduhan terhadapnya dapat merugikan Sara Duterte. "Setidaknya, dukungan dari para independen atau moderat,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!