Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Jum'at, 03 Juli 2026 - 13:32 WIB
Situs berita lokal, amNewYork, melaporkan bahwa pria merupakan seorang pengemudi Uber dan pergi ke lokasi kejadian dengan membawa bendera Tibet. Situs berita itu mengutip sesama pengemudi Uber, Lobsang Paljor, yang mengatakan bahwa dia mengenal Rangzen dari pertemuan-pertemuan di komunitas Tibet.
Paljor mengatakan, "Rangzen sangat marah dengan pembatasan yang diberlakukan pemerintah China terhadap bangsanya."
Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyatakan keprihatinan tentang undang-undang persatuan etnis baru China, yang mulai berlaku minggu ini dan memberi Beijing dasar hukum untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang di luar perbatasannya.
Undang-undang tersebut menciptakan identitas nasional "bersama" di antara 55 kelompok etnis minoritas di negara itu, termasuk Tibet dan Uyghur, yang beberapa di antaranya merasa tertekan di bawah pemerintahan China. Banyak warga Tibet di seluruh dunia telah menentang undang-undang tersebut.
Para wwarga Tibet sebelumnya telah melakukan aksi bakar diri sebagai protes terhadap kebijakan Beijing di Tibet dan wilayah sekitarnya dengan populasi Tibet yang besar.
Sekadar diketahui, China menguasai Tibet pada tahun 1950 dalam apa yang digambarkan sebagai "pembebasan damai" dari perbudakan feodal.
Paljor mengatakan, "Rangzen sangat marah dengan pembatasan yang diberlakukan pemerintah China terhadap bangsanya."
Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyatakan keprihatinan tentang undang-undang persatuan etnis baru China, yang mulai berlaku minggu ini dan memberi Beijing dasar hukum untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang di luar perbatasannya.
Undang-undang tersebut menciptakan identitas nasional "bersama" di antara 55 kelompok etnis minoritas di negara itu, termasuk Tibet dan Uyghur, yang beberapa di antaranya merasa tertekan di bawah pemerintahan China. Banyak warga Tibet di seluruh dunia telah menentang undang-undang tersebut.
Para wwarga Tibet sebelumnya telah melakukan aksi bakar diri sebagai protes terhadap kebijakan Beijing di Tibet dan wilayah sekitarnya dengan populasi Tibet yang besar.
Sekadar diketahui, China menguasai Tibet pada tahun 1950 dalam apa yang digambarkan sebagai "pembebasan damai" dari perbudakan feodal.
Lihat Juga :