Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Jum'at, 03 Juli 2026 - 13:32 WIB
Namun, kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional dan para pengungsi secara rutin mengecam apa yang mereka sebut sebagai pemerintahan China yang menindas di wilayah Tibet. China menolak penilaian tersebut.
Isu-isu minoritas etnis sangat sensitif di China, dengan warga Tibet dan minoritas lainnya berada di bawah pengawasan ketat untuk setiap tanda dugaan "separatisme". Beijing telah menerapkan kontrol institusional yang lebih besar di Tibet sejak Xi Jinping menjadi presiden negara itu pada tahun 2012.
Tencho Gyatso, presiden Kampanye Internasional untuk Tibet, menggambarkan Rangzen sebagai "pembela Tibet yang tak kenal lelah" dan mengatakan dia "sangat sedih" atas kematiannya.
Kampanye Internasional untuk Tibet mengatakan ada lebih dari 150 aksi bakar diri oleh warga Tibet antara tahun 2009 hingga 2022. Menurut data mereka, 10 aksi bakar diri oleh warga Tibet terjadi saat mereka berada di pengasingan.
Isu-isu minoritas etnis sangat sensitif di China, dengan warga Tibet dan minoritas lainnya berada di bawah pengawasan ketat untuk setiap tanda dugaan "separatisme". Beijing telah menerapkan kontrol institusional yang lebih besar di Tibet sejak Xi Jinping menjadi presiden negara itu pada tahun 2012.
Tencho Gyatso, presiden Kampanye Internasional untuk Tibet, menggambarkan Rangzen sebagai "pembela Tibet yang tak kenal lelah" dan mengatakan dia "sangat sedih" atas kematiannya.
Kampanye Internasional untuk Tibet mengatakan ada lebih dari 150 aksi bakar diri oleh warga Tibet antara tahun 2009 hingga 2022. Menurut data mereka, 10 aksi bakar diri oleh warga Tibet terjadi saat mereka berada di pengasingan.
(mas)
Lihat Juga :