Pemerintah India Buka Kembali Taj Mahal di Tengah Wabah Covid-19

Selasa, 22 September 2020 - 11:15 WIB
“Banyak orang kehilangan pekerjaan selama lockdown. Kami rakyat sangat menderita dan kini sudah waktunya negara kembali dibuka,” kata karyawan bank Ayub Sheikh (35). “Kami tidak takut dengan virus karena virus ada di mana-mana dan tidak akan pergi. Jadi kita semua harus beradaptasi. Untuk apa kita menghindari virus, tapi mati kelaparan?” (Baca juga: Pentingn Buat Orangtua, Kenali Gejala Kanker Pada Anak)

Pemerintah India juga akan kembali memulihkan kegiatan belajar mengajar di kelas untuk siswa usia 14-17 tahun. Namun, tidak semua wilayah mengikuti imbauan tersebut. Pasalnya, banyak sekolah dan orang tua yang menolak dan melayangkan protes. “Saya lebih baik melihat anak saya tidak lulus daripada sakit,” kaga Nupur Battacharya.

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Australia juga kembali memperlonggar lockdown. Korsel bahkan mulai membuka kembali kelas mengajar, meskipun sudah dua kali terkena gelombang Covid-19. Sebagai langkah antisipasi, para murid di Korsel akan menjalani dua kelas, yakni kelas offline dan online dengan harapan pembagian jadwal merata.

Dunia internasional saat ini sedang mengalami resesi. Hampir semua negara-negara maju di dunia terpaksa mengeluarkan paket bantuan miliaran dollar AS demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan ekonomi nasional. Meski tidak separah krisis 1998, pertumbuhan negatif ekonomi riil memberikan dampak yang luas.

Australia menjadi negara teranyar yang melaporkan adanya pertumbuhan negatif. Peristiwa itu tidak pernah menimpa Australia sejak hampir 30 tahun yang lalu. Seperti dilansir BBC, Produk Domestik Bruto (PDB) Australia menyusut sebesar 7% pada kuartal kedua (Q2) dibandingkan Q1, terburuk sejak tahun 1959. (Baca juga: OPM Sudah Kelewatan, Penggunaan Operasi Militer Dinilai Mendesak)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!