Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!

Senin, 29 Juni 2026 - 06:57 WIB
Sebagai respons, kata IRGC, pasukan Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke pangkalan AS di kawasan Teluk pada Minggu pagi. Serangan itu menghancurkan delapan instalasi militer di pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait dan markas besar Angkatan Laut Armada Kelima di Bahrain.

IRGC memperingatkan akan ada respons yang menghancurkan terhadap serangan baru apa pun terhadap Iran.

Masih menurut IRGC, menurut Nota Kesepahaman (MoU) AS-Iran, Iran harus membuat pengaturan untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz, memperingatkan hukuman yang lebih berat untuk kapal yang melanggar.

AS dan Iran telah menawarkan interpretasi yang berbeda tentang kesepakatan sementara tersebut. Teheran bersikeras bahwa setiap kapal yang melewati jalur perairan utama itu harus mendapatkan izin dari otoritas Iran dan hanya menggunakan rute yang ditentukan oleh mereka, sementara Washington menuntut agar Iran memberikan akses tanpa hambatan dan tidak memungut biaya.

Serangan terbaru AS mengancam akan menggagalkan negosiasi yang sudah tegang, yang semakin diperumit oleh serangan Israel di Lebanon.

Para pejabat Iran juga mengatakan bahwa negosiasi sebelumnya telah mengikis kepercayaan terhadap diplomasi AS.

AS dan Israel melancarkan perang mereka pada 28 Februari terhadap Iran selama perundingan tidak langsung tentang program nuklir Republik Islam tersebut. Agresi ini memicu respons serangan dahsyat Iran terhadap Israel dan seluruh pangkalan Amerika di kawasan Teluk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!