Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:37 WIB
Negara-negara lain dan organisasi internasional, termasuk Prancis, Jerman, Turki, Iran, Vatikan, PBB, dan Bank Dunia, juga telah menjanjikan bantuan atau menyatakan dukungan untuk upaya bantuan.

AS juga menawarkan bantuan meskipun ada sejarah ketegangan. Presiden Donald Trump sebelumnya membual bahwa Amerika telah "mengambil alih" sektor minyak negara itu setelah penculikan Presiden Nicolas Maduro selama serangan komando pada bulan Januari.

Gempa bumi di Venezuela terjadi hanya beberapa jam sebelum gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter lainnya melanda prefektur Aomori dan Iwate di Jepang utara, melukai setidaknya delapan orang, terutama akibat benda-benda yang jatuh, menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana negara tersebut.

Gempa bumi paling mematikan dalam sejarah Venezuela baru-baru ini terjadi pada tahun 1967, menewaskan sekitar 300 orang dan melukai sekitar 1.600 orang di Caracas. Gempa bumi lain di timur laut negara itu pada tahun 1997 menewaskan setidaknya 81 orang.

Baca juga: AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!