5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya

Senin, 22 Juni 2026 - 02:20 WIB
Survei tersebut mengungkapkan bahwa bahkan di antara pemilih yang mendukung blok sayap kanan, basis elektoral Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, 93,1 persen percaya bahwa Iran telah menang.

Penentangan terhadap perjanjian AS-Iran tersebar luas, dengan 63,2 persen responden menentangnya dibandingkan dengan hanya 12,1 persen yang menyatakan dukungan.

5. Netanyahu Terancam Tumbang

Israel ingin memisahkan jalur Iran dan Lebanon meskipun, secara realistis, dan bahkan bagi publik Israel, cukup jelas bahwa keduanya saling terkait.

Tentara Israel harus mengurangi aktivitas militer dan serangan udaranya karena kemarahan di Washington sangat jelas dan juga sangat vokal.

Netanyahu berada dalam posisi yang sangat sulit saat ini. Ia melihat angka partai Likud-nya menurun, merosot dalam jajak pendapat dan angka saingannya di sayap kanan meningkat.

Ada juga laporan dari Washington bahwa Trump sendiri dan anggota pemerintahannya kini telah membuka jalur komunikasi rahasia dengan tokoh-tokoh oposisi yang berpotensi menggulingkannya dalam pemilihan mendatang.

Di dalam negeri, gencatan senjata di Lebanon sangat tidak populer karena dianggap sebagai pengakuan kekalahan oleh Israel. Perdana menteri Israel telah berjanji kepada mereka bahwa Hizbullah akan dihancurkan, dan satu-satunya hal yang ia berikan adalah penghancuran sistematis desa-desa Syiah di selatan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!