5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya

Senin, 22 Juni 2026 - 02:20 WIB
Serangan udara Israel menewaskan puluhan orang di Lebanon pada hari Sabtu – sehari setelah gencatan senjata dengan Hizbullah yang didukung Iran mulai berlaku setelah berbulan-bulan kekerasan yang meningkat.

“Gencatan senjata yang diumumkan kemarin membiarkan [militer] berada di semua posisi di zona keamanan yang melindungi komunitas utara,” kata Katz.

“Tidak pernah ada, dan saat ini tidak ada pembatasan bagi tentara di Lebanon untuk bertindak guna menghilangkan ancaman… Seperti yang telah saya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tegaskan: Israel tidak akan menarik diri dari zona keamanan di Lebanon.”

Pernyataan Katz muncul setelah Iran memperingatkan bahwa mereka tidak akan memasuki pembicaraan mengenai kesepakatan yang lebih luas dengan Washington kecuali perang Israel di Lebanon berakhir.

4. Rakyat Israel Yakin Iran Memenangkan Perang

Warga Israel secara mayoritas percaya bahwa Iran muncul lebih kuat dari perang dan kesepakatan selanjutnya dengan Amerika Serikat, menurut jajak pendapat yang dirilis pada hari Minggu.

Jajak pendapat terhadap 3.644 responden, yang dilakukan antara 17 dan 20 Juni oleh Universitas Ibrani Yerusalem bekerja sama dengan Institut Agam, menggambarkan gambaran suram sentimen publik setelah kesepakatan AS-Iran.

Dari mereka yang disurvei, 92,1 persen mengatakan Iran telah menang atau memperoleh lebih banyak dari konflik tersebut, sementara 82,9 persen merasa bahwa keamanan jangka panjang Israel telah melemah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!