Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:48 WIB
Yinon Magal, seorang presenter terkemuka di Channel 14 dan salah satu komentator pro-Netanyahu paling berpengaruh di Israel, berpendapat bahwa Trump telah keluar dari negosiasi dalam keadaan melemah.

Magal mengkritik Wakil Presiden JD Vance dan menuduh para penasihat termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff membantu membentuk proses diplomatik yang mengabaikan kepentingan Israel.

“Kita ditinggalkan sendirian,” kata Magal, yang dikutip Palestine Chronicle, Selasa (16/6/2026).

Komentator lain menggemakan sentimen serupa. Komentator Channel 14 Shimon Riklin berpendapat bahwa penanganan Trump terhadap negosiasi berisiko melemahkan pengaruh Amerika.

Analis politik Amit Segal mengutip salah satu pernyataan paling terkenal yang dikaitkan dengan mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger.

“Mungkin berbahaya menjadi musuh Amerika, tetapi menjadi teman Amerika adalah fatal,” tulis Segal di media sosial.

Kutipan itu dengan cepat menyebar di kalangan politik dan media Israel, menjadi salah satu reaksi yang menentukan terhadap kesepakatan tersebut.

Reaksi negatif tersebut juga menyoroti tanda-tanda semakin lebarnya jurang pemisah antara Washington dan Tel Aviv.

Menurut laporan yang dikutip oleh Al Mayadeen, Netanyahu secara pribadi menyalahkan beberapa tokoh yang dekat dengan Trump—termasuk Kushner dan Witkoff—karena berkontribusi pada ketidaksepakatan antara kepemimpinan AS dan Israel mengenai Iran dan kebijakan regional.

Laporan dari NBC News dan CNN menunjukkan bahwa Netanyahu sekarang berupaya untuk segera bertemu dengan Trump setelah KTT G7 di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang implikasi dari kesepakatan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!