Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:48 WIB
Pemimpin Partai Biru dan Putih itu menggambarkan kesepakatan AS-Iran sebagai kemunduran strategis yang akan memaksa Israel ke dalam perjuangan diplomatik, militer, dan hukum selama bertahun-tahun.

“Kesepakatan yang muncul dengan Iran tampaknya merupakan kegagalan strategis,” kata Gantz, memperingatkan terhadap pengaturan apa pun yang dapat membatasi operasi Israel di Lebanon atau mengharuskan penarikan pasukan yang, menurut pandangannya, akan membahayakan para pemukim di utara.

Pernyataannya mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan tokoh politik Israel bahwa Lebanon telah menjadi komponen sentral dari perjanjian tersebut dan bahwa tekanan internasional mungkin akan meningkat agar Israel mengubah postur militernya di sana.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengeluarkan salah satu penolakan terkuat terhadap kesepakatan AS-Iran.

“Israel tidak tunduk kepada Amerika Serikat, dan kami adalah negara yang merdeka dan berdaulat,” tulisnya di X.

Ben-Gvir menegaskan bahwa Israel bukanlah pihak dalam kesepakatan tersebut dan oleh karena itu tidak terikat oleh ketentuan-ketentuannya.

Dia juga menolak setiap saran untuk pasukan Israel menarik diri dari wilayah yang diduduki selama perang dan mengulangi seruan untuk pembubaran Hizbullah.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich juga mengecam kesepakatan tersebut, menggambarkannya sebagai “buruk bagi Israel dan bagi seluruh dunia bebas.”

Smotrich berpendapat bahwa Israel harus melanjutkan upaya untuk melemahkan Iran secara independen dan mencegah Teheran memperoleh kemampuan nuklir.

Reaksi tersebut tidak terbatas pada politisi. Beberapa kritik paling tajam datang dari tokoh-tokoh media yang secara tradisional bersekutu dengan Netanyahu dan kubu sayap kanan Israel, beberapa di antaranya mengarahkan kemarahan mereka bukan kepada Teheran tetapi kepada Trump dan anggota lingkaran dalamnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!