AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari, tapi...
Jum'at, 29 Mei 2026 - 10:24 WIB
"Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya," katanya, seperti dikutip BBC, Jumat (29/5/2026).
AS telah lama menuntut agar Iran menghentikan produksi uranium yang diperkaya tinggi dan membuang persediaan yang ada, yang secara teori dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Vance menyampaikan nada optimistis saat berbicara kepada wartawan di Washington DC, mengatakan AS percaya bahwa Iran bernegosiasi dengan "itikad baik".
Sejak gencatan senjata awal antara AS dan Iran mulai berlaku pada 8 April, Trump telah berulang kali menyatakan bahwa kedua pihak hampir mencapai kesepakatan dan negosiasi sedang berjalan, tetapi sejauh ini belum ada hasil substantif.
“Yang kita miliki di sini adalah tiket menuju negosiasi—surat pernyataan niat—jika Anda mau—untuk negosiasi tentang semua isu inti,” tulis Aaron David Miller, mantan negosiator Departemen Luar Negeri AS, di X.
“Bersiaplah untuk negosiasi yang menyakitkan yang akan terasa seperti perawatan saluran akar gigi dan sakit kepala migrain setiap hari,” imbuh dia.
Menurut laporan Axios, kesepakatan perpanjangan gencatan senjata 60 hari ini diharapkan memungkinkan pengiriman tanpa batasan melalui Selat Hormuz, tanpa bea atau biaya yang dikenakan oleh Iran, dan Republik Islam Iran juga akan menghilangkan ranjau apa pun di jalur air tersebut dalam waktu 30 hari.
Iran telah mendorong biaya transit untuk jalur perairan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan apa pun dan telah membahas proposal tersebut dengan Oman, yang perairan teritorialnya berbatasan dengan Iran di Selat Hormuz.
AS telah lama menuntut agar Iran menghentikan produksi uranium yang diperkaya tinggi dan membuang persediaan yang ada, yang secara teori dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Vance menyampaikan nada optimistis saat berbicara kepada wartawan di Washington DC, mengatakan AS percaya bahwa Iran bernegosiasi dengan "itikad baik".
Sejak gencatan senjata awal antara AS dan Iran mulai berlaku pada 8 April, Trump telah berulang kali menyatakan bahwa kedua pihak hampir mencapai kesepakatan dan negosiasi sedang berjalan, tetapi sejauh ini belum ada hasil substantif.
“Yang kita miliki di sini adalah tiket menuju negosiasi—surat pernyataan niat—jika Anda mau—untuk negosiasi tentang semua isu inti,” tulis Aaron David Miller, mantan negosiator Departemen Luar Negeri AS, di X.
“Bersiaplah untuk negosiasi yang menyakitkan yang akan terasa seperti perawatan saluran akar gigi dan sakit kepala migrain setiap hari,” imbuh dia.
Menurut laporan Axios, kesepakatan perpanjangan gencatan senjata 60 hari ini diharapkan memungkinkan pengiriman tanpa batasan melalui Selat Hormuz, tanpa bea atau biaya yang dikenakan oleh Iran, dan Republik Islam Iran juga akan menghilangkan ranjau apa pun di jalur air tersebut dalam waktu 30 hari.
Iran telah mendorong biaya transit untuk jalur perairan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan apa pun dan telah membahas proposal tersebut dengan Oman, yang perairan teritorialnya berbatasan dengan Iran di Selat Hormuz.
Lihat Juga :