Ini 5 Syarat AS untuk Iran, Salah Satunya Serahkan 400 Kg Uranium
Senin, 18 Mei 2026 - 08:23 WIB
"Ini adalah taktik sinis mereka yang sudah biasa: menciptakan krisis dan perang, kemudian meningkatkannya lebih lanjut di bawah panji mulia 'memulihkan stabilitas' dan 'membela perdamaian'. Mereka menciptakan kehancuran dan menyebutnya perdamaian," tulisnya di X, Senin (18/5/2026).
"Kebohongan besar berikutnya yang diluncurkan untuk membenarkan 'perang pilihan' ilegal mereka adalah klaim bahwa mereka 'melestarikan perdamaian dan stabilitas di pasar energi global'," lanjut dia.
"Namun kenyataannya, justru tindakan provokasi perang yang gegabah dari rezim AS dan Israel-lah yang menghancurkan harapan yang ada."
Trump baru-baru ini menolak proposal perdamaian 14 poin Iran. Sebagai tanggapan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa jika AS tidak menerima proposal Iran, para wajib pajak Amerika dapat menanggung konsekuensi yang berat.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer gabungan AS-Israel menghantam Iran pada 28 Februari. Setelah serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan yang mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Gencatan senjata kemudian disepakati pada 8 April, dengan mediasi dari Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan perdamaian akhir. Gencatan senjata diperpanjang, tetapi tidak ada kesepakatan permanen yang tercapai.
"Kebohongan besar berikutnya yang diluncurkan untuk membenarkan 'perang pilihan' ilegal mereka adalah klaim bahwa mereka 'melestarikan perdamaian dan stabilitas di pasar energi global'," lanjut dia.
"Namun kenyataannya, justru tindakan provokasi perang yang gegabah dari rezim AS dan Israel-lah yang menghancurkan harapan yang ada."
Trump baru-baru ini menolak proposal perdamaian 14 poin Iran. Sebagai tanggapan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa jika AS tidak menerima proposal Iran, para wajib pajak Amerika dapat menanggung konsekuensi yang berat.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer gabungan AS-Israel menghantam Iran pada 28 Februari. Setelah serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan yang mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Gencatan senjata kemudian disepakati pada 8 April, dengan mediasi dari Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan perdamaian akhir. Gencatan senjata diperpanjang, tetapi tidak ada kesepakatan permanen yang tercapai.
(mas)
Lihat Juga :