Ini 5 Syarat AS untuk Iran, Salah Satunya Serahkan 400 Kg Uranium
Senin, 18 Mei 2026 - 08:23 WIB
Kantor berita Fars yang berbasis di Iran telah menguraikan lima syarat yang diajukan AS untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Berikut daftarnya:
Sementara itu, syarat-syarat utama Iran belum berubah. Yakni, perang harus diakhiri di semua front— termasuk di Lebanon, mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Laporan lain dari Ynet menyebutkan ancaman agresi dari Amerika dan Israel akan tetap ada bahkan jika Iran memenuhi syarat-syarat Amerika.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei menuduh AS menggunakan diplomasi sebagai kedok untuk tujuan militer.
Esmail menuduh bahwa AS dan Israel secara keliru mengeklaim bahwa mereka bertindak untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di pasar energi global, tetapi pada kenyataannya, mereka bertanggung jawab atas terciptanya ketidakstabilan dan konflik.
1. Iran hanya boleh mengoperasikan satu fasilitas nuklir
2. AS menolak untuk membayar kompensasi atau ganti rugi apa pun kepada Iran
3. Iran harus menyerahkan 400 kilogram uranium yang diperkaya kepada AS
4. AS menolak melepaskan bahkan 25% dari aset Iran yang dibekukan
5. Mensyaratkan penghentian perang di semua lini bergantung pada hasil negosiasi
Sementara itu, syarat-syarat utama Iran belum berubah. Yakni, perang harus diakhiri di semua front— termasuk di Lebanon, mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Laporan lain dari Ynet menyebutkan ancaman agresi dari Amerika dan Israel akan tetap ada bahkan jika Iran memenuhi syarat-syarat Amerika.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei menuduh AS menggunakan diplomasi sebagai kedok untuk tujuan militer.
Esmail menuduh bahwa AS dan Israel secara keliru mengeklaim bahwa mereka bertindak untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di pasar energi global, tetapi pada kenyataannya, mereka bertanggung jawab atas terciptanya ketidakstabilan dan konflik.
Lihat Juga :