Ini 5 Syarat AS untuk Iran, Salah Satunya Serahkan 400 Kg Uranium

Senin, 18 Mei 2026 - 08:23 WIB
loading...
Ini 5 Syarat AS untuk...
Amerika Serikat ajukan lima syarat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Salah satunya, Iran harus serahkan 400 kg uranium yang diperkaya kepada AS. Foto/Trends Research & Advisory
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) telah menguraikan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Sedangkan Teheran juga masih tetap dengan syarat-syarat utama yang sudah mereka ajukan sebelumnya kepada Washington.

Presiden AS Donald Trump mengancam Iran untuk segera membuat kesepakatan, dengan menyatakan "waktu terus berjalan".

"Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulisnya di akun Truth Social-nya, @realDonaldTrump. "WAKTU SANGAT PENTING!" lanjut dia.

Baca Juga: Situasi Genting, Iran Juga Siap Perang Lagi Melawan AS dan Israel

5 Syarat AS untuk Iran


Kantor berita Fars yang berbasis di Iran telah menguraikan lima syarat yang diajukan AS untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Berikut daftarnya:

1. Iran hanya boleh mengoperasikan satu fasilitas nuklir

2. AS menolak untuk membayar kompensasi atau ganti rugi apa pun kepada Iran

3. Iran harus menyerahkan 400 kilogram uranium yang diperkaya kepada AS

4. AS menolak melepaskan bahkan 25% dari aset Iran yang dibekukan

5. Mensyaratkan penghentian perang di semua lini bergantung pada hasil negosiasi


Sementara itu, syarat-syarat utama Iran belum berubah. Yakni, perang harus diakhiri di semua front— termasuk di Lebanon, mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Laporan lain dari Ynet menyebutkan ancaman agresi dari Amerika dan Israel akan tetap ada bahkan jika Iran memenuhi syarat-syarat Amerika.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei menuduh AS menggunakan diplomasi sebagai kedok untuk tujuan militer.

Esmail menuduh bahwa AS dan Israel secara keliru mengeklaim bahwa mereka bertindak untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di pasar energi global, tetapi pada kenyataannya, mereka bertanggung jawab atas terciptanya ketidakstabilan dan konflik.

"Ini adalah taktik sinis mereka yang sudah biasa: menciptakan krisis dan perang, kemudian meningkatkannya lebih lanjut di bawah panji mulia 'memulihkan stabilitas' dan 'membela perdamaian'. Mereka menciptakan kehancuran dan menyebutnya perdamaian," tulisnya di X, Senin (18/5/2026).

"Kebohongan besar berikutnya yang diluncurkan untuk membenarkan 'perang pilihan' ilegal mereka adalah klaim bahwa mereka 'melestarikan perdamaian dan stabilitas di pasar energi global'," lanjut dia.

"Namun kenyataannya, justru tindakan provokasi perang yang gegabah dari rezim AS dan Israel-lah yang menghancurkan harapan yang ada."

Trump baru-baru ini menolak proposal perdamaian 14 poin Iran. Sebagai tanggapan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa jika AS tidak menerima proposal Iran, para wajib pajak Amerika dapat menanggung konsekuensi yang berat.

Ketegangan meningkat setelah serangan militer gabungan AS-Israel menghantam Iran pada 28 Februari. Setelah serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan yang mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.

Gencatan senjata kemudian disepakati pada 8 April, dengan mediasi dari Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan perdamaian akhir. Gencatan senjata diperpanjang, tetapi tidak ada kesepakatan permanen yang tercapai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved