Bocah Iran Kembali ke Sekolah Usai 42 Hari Hilang Kontak karena Perang, Disambut Pelukan Haru Teman-temannya

Senin, 11 Mei 2026 - 16:35 WIB
Teman-temannya langsung berlari memeluknya sambil tersenyum lega. Radin mengaku sengaja meminta gurunya merahasiakan kepulangannya agar bisa menjadi kejutan bagi teman-temannya.

“Ketika berada di Iran, saya berharap bisa kembali ke China setiap hari. Saya sangat merindukan semuanya,” ujar Radin seperti dikutip dari laporan media setempat.

Ibu Radin juga mengungkapkan rasa syukur karena keluarganya akhirnya bisa kembali dengan selamat. Selama berada di Iran, mereka disebut kerap mendengar suara ledakan dan hidup dalam kecemasan akibat perang.

Kisah haru ini memicu banjir komentar emosional di media sosial. Banyak warganet berharap dunia bisa lebih damai agar anak-anak tidak lagi menjadi korban situasi konflik dan peperangan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!