Bocah Iran Kembali ke Sekolah Usai 42 Hari Hilang Kontak karena Perang, Disambut Pelukan Haru Teman-temannya

Senin, 11 Mei 2026 - 16:35 WIB
loading...
Bocah Iran Kembali ke...
Bocah Iran kembali ke sekolah usia 42 hari hilang kontak karena perang. Foto/Money Control
A A A
BEIJING - Sebuah momen mengharukan terjadi di sebuah sekolah internasional di China ketika seorang bocah asal Iran akhirnya kembali ke kelas setelah 42 hari menghilang tanpa kabar akibat konflik di negaranya. Kedatangannya langsung disambut pelukan hangat dari teman-teman sekelas yang selama ini khawatir akan keselamatannya.

Bocah bernama Radin itu kembali ke Shaoxing Boya International School pada 27 April 2026 setelah terjebak di Iran bersama keluarganya di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan tersebut. Video kepulangannya viral di media sosial China dan menyentuh hati jutaan orang.

Radin diketahui telah tinggal di China selama tiga tahun terakhir bersama keluarganya yang menjalankan bisnis perdagangan di Provinsi Zhejiang. Awalnya, perjalanan mereka ke Iran hanya untuk urusan keluarga dan diperkirakan berlangsung singkat. Namun situasi keamanan yang memburuk membuat keluarga itu kesulitan kembali ke China dan sempat kehilangan komunikasi dengan pihak sekolah selama lebih dari satu bulan.

Guru dan teman-teman Radin disebut terus menanyakan keberadaannya setiap hari.



Bahkan selama bocah itu menghilang, para siswa membuat gambar serta surat penyemangat untuk diberikan ketika Radin kembali ke sekolah.

Saat akhirnya muncul kembali mengenakan seragam sekolah, suasana kelas berubah emosional.

Teman-temannya langsung berlari memeluknya sambil tersenyum lega. Radin mengaku sengaja meminta gurunya merahasiakan kepulangannya agar bisa menjadi kejutan bagi teman-temannya.

“Ketika berada di Iran, saya berharap bisa kembali ke China setiap hari. Saya sangat merindukan semuanya,” ujar Radin seperti dikutip dari laporan media setempat.

Ibu Radin juga mengungkapkan rasa syukur karena keluarganya akhirnya bisa kembali dengan selamat. Selama berada di Iran, mereka disebut kerap mendengar suara ledakan dan hidup dalam kecemasan akibat perang.

Kisah haru ini memicu banjir komentar emosional di media sosial. Banyak warganet berharap dunia bisa lebih damai agar anak-anak tidak lagi menjadi korban situasi konflik dan peperangan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved