AS Kalah dalam Perlombaan Drone AI dari Rusia dan China

Selasa, 14 April 2026 - 15:27 WIB
Beijing telah mengejar "fusi sipil-militer," yang melibatkan perusahaan teknologi komersial dan perusahaan rintisan dalam "pengadaan militer, penelitian bersama, dan pekerjaan lain dengan lembaga pertahanan," lapor media tersebut.

Menurut NYT, “dominasi manufaktur China berarti mereka dapat memproduksi senjata otonom dalam skala yang tidak dapat ditandingi Pentagon.”

Sebagai contoh, NYT mengutip drone Jiutian (Langit Tinggi) bertenaga jet kelas berat China, yang dirancang untuk berfungsi sebagai ‘kapal induk,’ yang berhasil diuji coba akhir tahun lalu.

Kendaraan udara tak berawak yang dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC) ini dikatakan mampu membawa hingga 100 drone kamikaze kecil yang dipandu AI, serta berbagai amunisi udara-ke-permukaan dan udara-ke-udara.

Rusia juga telah membuat kemajuan dalam melengkapi amunisi jelajah Lancet mereka dengan fitur penargetan otonom, catat NYT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!