China Tegas Salahkan AS dan Israel soal Iran Tutup Selat Hormuz
Jum'at, 03 April 2026 - 11:51 WIB
Pernyataan tersebut menandai perubahan nada, yang menunjukkan bahwa Washington mengharapkan sekutu dan mitra untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga salah satu koridor maritim paling strategis di dunia.
Perlambatan lalu lintas melalui Selat Hormuz telah mulai membebani rantai pasokan global dan menimbulkan kekhawatiran tentang harga energi. Para analis memperingatkan bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memicu ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas, terutama bagi ekonomi yang bergantung pada impor di Asia dan Eropa.
Dengan ketegangan yang masih tinggi dan belum ada solusi yang jelas, risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan ini tetap signifikan.
Sementara itu, Prancis mengerahkan sekitar selusin kapal perang, termasuk kelompok serang kapal induknya, ke Laut Mediterania, Laut Merah, dan juga berpotensi ke Selat Hormuz.
Pengerahan aset-aset tempur itu sebagai bagian dari dukungan pertahanan Paris kepada sekutunya yang terancam oleh perang AS-Israel melawan Iran di Timur Tengah.
Berbicara di Siprus sebelum mengunjungi kapal induk Charles de Gaulle, yang tiba akhir pekan ini di Mediterania timur, Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha meyakinkan rekan sejawatnya dari Siprus setelah drone dicegat ketika menuju pulau itu pada pekan lalu.
"Ketika Siprus diserang, maka Eropa juga diserang," kata Macron setelah bertemu dengan Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Paphos, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).
Negara-negara Eropa sebagian besar telah menjauhkan diri dari perang AS-Israel melawan Iran, yang berdampak ke negara-negara Arab Teluk dan menyeret Lebanon ke garis depan setelah kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, ikut menyerang Israel.
Perlambatan lalu lintas melalui Selat Hormuz telah mulai membebani rantai pasokan global dan menimbulkan kekhawatiran tentang harga energi. Para analis memperingatkan bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memicu ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas, terutama bagi ekonomi yang bergantung pada impor di Asia dan Eropa.
Dengan ketegangan yang masih tinggi dan belum ada solusi yang jelas, risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan ini tetap signifikan.
Prancis Kerahkan Kapal Perang
Sementara itu, Prancis mengerahkan sekitar selusin kapal perang, termasuk kelompok serang kapal induknya, ke Laut Mediterania, Laut Merah, dan juga berpotensi ke Selat Hormuz.
Pengerahan aset-aset tempur itu sebagai bagian dari dukungan pertahanan Paris kepada sekutunya yang terancam oleh perang AS-Israel melawan Iran di Timur Tengah.
Berbicara di Siprus sebelum mengunjungi kapal induk Charles de Gaulle, yang tiba akhir pekan ini di Mediterania timur, Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha meyakinkan rekan sejawatnya dari Siprus setelah drone dicegat ketika menuju pulau itu pada pekan lalu.
"Ketika Siprus diserang, maka Eropa juga diserang," kata Macron setelah bertemu dengan Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Paphos, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).
Negara-negara Eropa sebagian besar telah menjauhkan diri dari perang AS-Israel melawan Iran, yang berdampak ke negara-negara Arab Teluk dan menyeret Lebanon ke garis depan setelah kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, ikut menyerang Israel.
Lihat Juga :