Trump Bisa Kerahkan 10.000 Pasukan Darat Tambahan ke Timur Tengah

Jum'at, 27 Maret 2026 - 10:51 WIB
Sementara itu, Trump kembali menggembar-gemborkan dugaan kemajuan dalam negosiasi dengan para perantara Iran yang tidak disebutkan namanya, berulang kali mengisyaratkan kesepakatan yang akan segera terjadi untuk menenangkan pasar global yang bergejolak.

Teheran membantah telah mengadakan pembicaraan langsung dengan AS dan menguraikan syarat-syarat ketat untuk gencatan senjata apa pun, menolak berbicara dengan syarat-syarat Washington, setelah AS dan Israel telah "mengkhianati" Iran dua kali selama negosiasi musim panas lalu dan pada bulan Februari.

Berikut perkembangan terbaru: Awalnya, Trump mengancam pada Sabtu lalu untuk "menghancurkan" jaringan listrik Iran jika tidak membuka kembali Selat Hormuz yang penting untuk pelayaran internasional.

Setelah Teheran memperingatkan akan membalas terhadap seluruh infrastruktur energi regional, Trump pada hari Senin menunda ancamannya selama lima hari.

Pada hari Kamis, ia kembali menunda tenggat waktu hingga 6 April, mengklaim Teheran meminta lebih banyak waktu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!