Trump Bisa Kerahkan 10.000 Pasukan Darat Tambahan ke Timur Tengah
Jum'at, 27 Maret 2026 - 10:51 WIB
Tentara AS akan terus dikerahkan ke Timur Tengah. Foto/anadolu
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Teheran "berjalan sangat baik" dan menunda serangan terhadap fasilitas energi Republik Islam selama 10 hari lagi. Adapun Pentagon dilaporkan sedang mempertimbangkan mengirimkan 10.000 pasukan tambahan ke wilayah tersebut.
Departemen Perang sedang mempertimbangkan mengerahkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah untuk memperluas opsi militer pemimpin AS terhadap Iran, menurut para pejabat yang mengetahui perencanaan tersebut, seperti yang dilaporkan Wall Street Journal.
Militer AS sedang merancang "pukulan terakhir" terhadap Iran yang dapat menyebabkan pasukan darat Amerika dikerahkan di wilayah Iran, menurut sumber Axios.
Jika disetujui, pengerahan baru ini akan menambah ribuan pasukan yang sudah dalam perjalanan ke wilayah tersebut, termasuk sekitar 2.000 hingga 3.000 pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan dua Unit Ekspedisi Marinir yang berjumlah sekitar 4.500 hingga 5.000 Marinir dan personel pendukung.
Departemen Perang sedang mempertimbangkan mengerahkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah untuk memperluas opsi militer pemimpin AS terhadap Iran, menurut para pejabat yang mengetahui perencanaan tersebut, seperti yang dilaporkan Wall Street Journal.
Militer AS sedang merancang "pukulan terakhir" terhadap Iran yang dapat menyebabkan pasukan darat Amerika dikerahkan di wilayah Iran, menurut sumber Axios.
Jika disetujui, pengerahan baru ini akan menambah ribuan pasukan yang sudah dalam perjalanan ke wilayah tersebut, termasuk sekitar 2.000 hingga 3.000 pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan dua Unit Ekspedisi Marinir yang berjumlah sekitar 4.500 hingga 5.000 Marinir dan personel pendukung.
Lihat Juga :