Bab al-Mandab: Kartu As Iran Ubah Selat Strategis Jadi Gerbang Air Mata AS dan Israel
Jum'at, 27 Maret 2026 - 09:49 WIB
Dua kampanye yang dipimpin AS gagal mengusir Houthi atau menghentikan serangan yang dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.
Kelumpuhan Bab al-Mandab akan meningkatkan tekanan pada ekonomi global, mempersulit upaya AS untuk memasok kembali pasukannya, dan memaksa Pentagon mengalihkan aset dari Iran.
Hal itu juga akan menambah tekanan pada Israel, yang satu-satunya pelabuhan Laut Merah bangkrut akibat serangan Houthi selama perang 2023-2025.
Mengalihkan rute pelayaran di sekitar Afrika berarti: waktu perjalanan 10-30 hari lebih lama, dan biaya bahan bakar serta asuransi tambahan.
Afrika Timur dapat menghadapi kelaparan dan ketidakstabilan strategis, terutama jika Israel menyeret Somaliland ke dalam perang.
Baca juga: Iran Ejek Tentara AS Kabur dari Pangkalan Militer dan Sembunyi di Hotel: Macan Kertas
Kelumpuhan Bab al-Mandab akan meningkatkan tekanan pada ekonomi global, mempersulit upaya AS untuk memasok kembali pasukannya, dan memaksa Pentagon mengalihkan aset dari Iran.
Hal itu juga akan menambah tekanan pada Israel, yang satu-satunya pelabuhan Laut Merah bangkrut akibat serangan Houthi selama perang 2023-2025.
Mengalihkan rute pelayaran di sekitar Afrika berarti: waktu perjalanan 10-30 hari lebih lama, dan biaya bahan bakar serta asuransi tambahan.
Afrika Timur dapat menghadapi kelaparan dan ketidakstabilan strategis, terutama jika Israel menyeret Somaliland ke dalam perang.
Baca juga: Iran Ejek Tentara AS Kabur dari Pangkalan Militer dan Sembunyi di Hotel: Macan Kertas
(sya)
Lihat Juga :