Ingin AS Segera Gulingkan Khamanei, Mahasiswa Iran Kembali Gelar Demonstrasi
Minggu, 22 Februari 2026 - 18:35 WIB
Pengerahan kekuatan ini bertujuan untuk menekan otoritas Iran agar mencapai kesepakatan tentang program nuklir negara tersebut, meskipun kedua pihak telah melakukan pembicaraan mengenai hal tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada media AS pekan ini bahwa setelah putaran negosiasi terbaru di Jenewa, Iran akan menyerahkan draf proposal untuk sebuah perjanjian, dengan mengatakan “dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap.”
Araghchi juga mengatakan “pihak AS belum meminta pengayaan uranium nol”, yang bertentangan dengan pernyataan dari para pejabat Amerika.
Trump pada hari Kamis mengisyaratkan bahwa "hal-hal buruk" akan terjadi jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hari, periode yang kemudian diperpanjangnya menjadi 15 hari.
Iran membantah sedang berupaya memproduksi senjata nuklir dan mengatakan programnya bersifat damai, tetapi bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.
Media AS, Axios, melaporkan minggu ini, mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, bahwa AS siap mempertimbangkan usulan kesepakatan yang hanya mengizinkan "pengayaan kecil dan simbolis."
Putaran diplomasi nuklir sebelumnya antara AS dan Iran tahun lalu terganggu oleh kampanye pengeboman mendadak Israel terhadap Republik Islam.
Amerika Serikat akhirnya bergabung dengan sekutunya, menyerang fasilitas nuklir utama sebelum menyatakan gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada media AS pekan ini bahwa setelah putaran negosiasi terbaru di Jenewa, Iran akan menyerahkan draf proposal untuk sebuah perjanjian, dengan mengatakan “dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap.”
Araghchi juga mengatakan “pihak AS belum meminta pengayaan uranium nol”, yang bertentangan dengan pernyataan dari para pejabat Amerika.
Trump pada hari Kamis mengisyaratkan bahwa "hal-hal buruk" akan terjadi jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hari, periode yang kemudian diperpanjangnya menjadi 15 hari.
Iran membantah sedang berupaya memproduksi senjata nuklir dan mengatakan programnya bersifat damai, tetapi bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.
Media AS, Axios, melaporkan minggu ini, mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, bahwa AS siap mempertimbangkan usulan kesepakatan yang hanya mengizinkan "pengayaan kecil dan simbolis."
Putaran diplomasi nuklir sebelumnya antara AS dan Iran tahun lalu terganggu oleh kampanye pengeboman mendadak Israel terhadap Republik Islam.
Amerika Serikat akhirnya bergabung dengan sekutunya, menyerang fasilitas nuklir utama sebelum menyatakan gencatan senjata.
(ahm)
Lihat Juga :