10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Selasa, 17 Februari 2026 - 18:35 WIB
Namun, beberapa negara dan kelompok lebih memilih “Burma” untuk menandakan penentangan terhadap pemerintah. Penamaan ini tetap menjadi salah satu dari sedikit penamaan yang terus mencerminkan sikap politik daripada sekadar letak geografis.
Nama resmi negara tetap tidak berubah. Pergeseran ini lebih merupakan preferensi branding dan komunikasi daripada penggantian nama internasional secara formal.
Usulan telah diajukan untuk mengganti nama entitas seperti "Bank of Ceylon," sementara "Ceylon Tea" tetap menjadi merek dagang yang diakui secara global. Upaya-upaya ini mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung.
9. Kazakhstan Menyederhanakan Penamaan Negaranya dalam Bahasa Inggris
Kazakhstan belum secara resmi mengubah nama negaranya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, lembaga pemerintah dan badan pariwisata semakin sering menggunakan "Kazakhstan" tanpa awalan formal "Republik" dalam materi berbahasa Inggris.Nama resmi negara tetap tidak berubah. Pergeseran ini lebih merupakan preferensi branding dan komunikasi daripada penggantian nama internasional secara formal.
10. Sri Lanka Meninjau Kembali Nama-Nama Lembaga Era Kolonial
Meskipun Sri Lanka mengganti "Ceylon" sebagai nama negaranya pada tahun 1972, diskusi dalam beberapa tahun terakhir telah berfokus pada apakah lembaga-lembaga yang masih terkait dengan negara harus meninggalkan nama-nama era kolonial.Usulan telah diajukan untuk mengganti nama entitas seperti "Bank of Ceylon," sementara "Ceylon Tea" tetap menjadi merek dagang yang diakui secara global. Upaya-upaya ini mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung.
(ahm)
Lihat Juga :