10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:35 WIB
Meskipun pembaruan ini tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian orang, banyak organisasi dan perusahaan internasional secara bertahap beralih ke nama tersebut selama beberapa tahun terakhir.

5. Eswatini Kembali Menggunakan Nama Pra-Kolonialnya

Pada tahun 2018, Raja Mswati III menandai 50 tahun kemerdekaan Swaziland dengan mengubah nama Swaziland menjadi Eswatini. Nama baru ini berarti "Tanah Swazi" dalam bahasa setempat.

Nama ini menggantikan versi yang diadaptasi ke bahasa Inggris yang diberlakukan selama pemerintahan kolonial dan membantu mengklarifikasi kebingungan tentang Swiss.

6. Cape Verde Kembali ke Cabo Verde

Negara kepulauan Afrika Barat yang dikenal sebagai Cape Verde pada tahun 2013 meminta untuk disebut secara internasional sebagai Cabo Verde, nama yang digunakan dalam bahasa Portugis.

Pembaruan ini tidak sepenuhnya diterima secara global hingga tahun-tahun berikutnya, tetapi tujuannya jelas: melestarikan bahasa negara dan menjaga konsistensi di seluruh peta dan dokumen resmi di seluruh dunia.

7. Timor-Leste Merangkul Identitasnya

Setelah bertahun-tahun bergabung dengan Indonesia, Timor Timur merdeka pada tahun 2002 dan secara resmi mengadopsi nama Timor-Leste, yang berarti “Timor Timur” dalam bahasa Portugis.

Sejak awal, ini telah menjadi nama yang diakui negara tersebut di lembaga-lembaga global. Meskipun beberapa media masih menggunakan “Timor Timur” untuk kemudahan, Timor-Leste tetap menjadi sebutan internasional resmi.

8. Perbedaan Nama antara Burma dan Myanmar Tetap Diperdebatkan

Meskipun Myanmar menggantikan “Burma” pada tahun 1989, perdebatan tentang penggunaannya terus berlanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan internasional “Myanmar” menjadi lebih konsisten, terutama dalam konteks formal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!