10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:35 WIB
loading...
10 Negara yang Mengubah...
Turki merupakan salah satu negara yang mengubah nama, Foto/X/@onderkayaistan1
A A A
ANKARA - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara memutuskan sudah waktunya untuk mengubah nama mereka. Alasannya beragam, tetapi setiap perubahan memiliki latar belakang dan efek riak tersendiri.

10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam

1. Turki Mengumumkan Perubahan Nama Secara Resmi

Melansir AOL, pada tahun 2022, Turki meminta komunitas internasional untuk menyebutnya sebagai "Turkiye," nama dalam bahasa Turki. Para pejabat mengatakan perubahan tersebut akan lebih mencerminkan budaya nasional dan menghilangkan kebingungan dengan burung besar yang dikenal sebagai hidangan makan malam liburan. PBB menerima permintaan tersebut dengan cepat, dan organisasi internasional pun mengikutinya.


2. Makedonia Utara Menyelesaikan Perdebatan Panjang

Republik Makedonia setuju pada tahun 2019 untuk menyesuaikan namanya menjadi Republik Makedonia Utara. Langkah ini diambil untuk menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade dengan Yunani.

Konflik tersebut berpusat pada klaim atas nama "Makedonia," yang juga merupakan nama sebuah wilayah di Yunani utara. Nama baru tersebut membantu membuka jalan bagi keanggotaan NATO dan menunjukkan bagaimana negosiasi diplomatik dapat membentuk kembali peta.

3. Belanda Mengucapkan Selamat Tinggal pada Holland

Pada tahun 2020, pemerintah Belanda secara resmi menghapus "Holland" dari penggunaan internasional. Alasannya? Holland hanya merujuk pada dua provinsi—Holland Utara dan Selatan—sementara negara tersebut mencakup sepuluh provinsi lainnya. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan sorotan yang sama kepada seluruh negara dan menjauh dari stereotip yang hanya terkait dengan satu wilayah.

4. Republik Ceko Menggunakan Singkatan Czechia

Meskipun "Republik Ceko" masih benar, negara tersebut meluncurkan "Czechia" pada tahun 2016 sebagai bentuk singkat yang lebih disukai. Nama tersebut lebih cocok untuk jersey olahraga dan acara di panggung global.

Meskipun pembaruan ini tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian orang, banyak organisasi dan perusahaan internasional secara bertahap beralih ke nama tersebut selama beberapa tahun terakhir.

5. Eswatini Kembali Menggunakan Nama Pra-Kolonialnya

Pada tahun 2018, Raja Mswati III menandai 50 tahun kemerdekaan Swaziland dengan mengubah nama Swaziland menjadi Eswatini. Nama baru ini berarti "Tanah Swazi" dalam bahasa setempat.

Nama ini menggantikan versi yang diadaptasi ke bahasa Inggris yang diberlakukan selama pemerintahan kolonial dan membantu mengklarifikasi kebingungan tentang Swiss.

6. Cape Verde Kembali ke Cabo Verde

Negara kepulauan Afrika Barat yang dikenal sebagai Cape Verde pada tahun 2013 meminta untuk disebut secara internasional sebagai Cabo Verde, nama yang digunakan dalam bahasa Portugis.

Pembaruan ini tidak sepenuhnya diterima secara global hingga tahun-tahun berikutnya, tetapi tujuannya jelas: melestarikan bahasa negara dan menjaga konsistensi di seluruh peta dan dokumen resmi di seluruh dunia.

7. Timor-Leste Merangkul Identitasnya

Setelah bertahun-tahun bergabung dengan Indonesia, Timor Timur merdeka pada tahun 2002 dan secara resmi mengadopsi nama Timor-Leste, yang berarti “Timor Timur” dalam bahasa Portugis.

Sejak awal, ini telah menjadi nama yang diakui negara tersebut di lembaga-lembaga global. Meskipun beberapa media masih menggunakan “Timor Timur” untuk kemudahan, Timor-Leste tetap menjadi sebutan internasional resmi.

8. Perbedaan Nama antara Burma dan Myanmar Tetap Diperdebatkan

Meskipun Myanmar menggantikan “Burma” pada tahun 1989, perdebatan tentang penggunaannya terus berlanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan internasional “Myanmar” menjadi lebih konsisten, terutama dalam konteks formal.

Namun, beberapa negara dan kelompok lebih memilih “Burma” untuk menandakan penentangan terhadap pemerintah. Penamaan ini tetap menjadi salah satu dari sedikit penamaan yang terus mencerminkan sikap politik daripada sekadar letak geografis.

9. Kazakhstan Menyederhanakan Penamaan Negaranya dalam Bahasa Inggris

Kazakhstan belum secara resmi mengubah nama negaranya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, lembaga pemerintah dan badan pariwisata semakin sering menggunakan "Kazakhstan" tanpa awalan formal "Republik" dalam materi berbahasa Inggris.

Nama resmi negara tetap tidak berubah. Pergeseran ini lebih merupakan preferensi branding dan komunikasi daripada penggantian nama internasional secara formal.

10. Sri Lanka Meninjau Kembali Nama-Nama Lembaga Era Kolonial

Meskipun Sri Lanka mengganti "Ceylon" sebagai nama negaranya pada tahun 1972, diskusi dalam beberapa tahun terakhir telah berfokus pada apakah lembaga-lembaga yang masih terkait dengan negara harus meninggalkan nama-nama era kolonial.

Usulan telah diajukan untuk mengganti nama entitas seperti "Bank of Ceylon," sementara "Ceylon Tea" tetap menjadi merek dagang yang diakui secara global. Upaya-upaya ini mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved