Langka, China Kawan Kental Rusia tapi Janjikan Bantuan kepada Ukraina
Selasa, 17 Februari 2026 - 10:15 WIB
Beijing berulang kali mengatakan pihaknya berupaya memainkan peran konstruktif dalam mengakhiri krisis dan mempertahankan posisinya bahwa mereka bukan pihak dalam konflik tersebut. Para pejabat China juga membantah telah memberikan bantuan militer mematikan kepada Moskow dan berpendapat bahwa mereka mendukung dialog dan penyelesaian politik.
Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa China tetap menjadi pembeli utama minyak Rusia yang mendanai mesin perang Moskow.
Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker menyoroti janji bantuan China kepada Ukraina ketika Beijing memiliki kekuatan untuk menghentikan invasi Rusia tapi telah memilih untuk tidak melakukannya.
"China bisa menghubungi [Presiden Rusia] Vladimir Putin dan mengakhiri perang ini besok dan menghentikan teknologi dwifungsi yang mereka jual," kata Whitaker dalam panel kebijakan luar negeri AS di Konferensi Keamanan Munich, yang dimoderatori oleh Bloomberg.
"China bisa berhenti membeli minyak dan gas Rusia," ujarnya. "Anda tahu, perang ini sepenuhnya didukung oleh China," imbuh dia, yang dilansir Fox News, Selasa (17/2/2026).
Diplomat AS itu semakin menggambarkan China sebagai pendukung eksternal terpenting Rusia.
Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa China tetap menjadi pembeli utama minyak Rusia yang mendanai mesin perang Moskow.
Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker menyoroti janji bantuan China kepada Ukraina ketika Beijing memiliki kekuatan untuk menghentikan invasi Rusia tapi telah memilih untuk tidak melakukannya.
"China bisa menghubungi [Presiden Rusia] Vladimir Putin dan mengakhiri perang ini besok dan menghentikan teknologi dwifungsi yang mereka jual," kata Whitaker dalam panel kebijakan luar negeri AS di Konferensi Keamanan Munich, yang dimoderatori oleh Bloomberg.
"China bisa berhenti membeli minyak dan gas Rusia," ujarnya. "Anda tahu, perang ini sepenuhnya didukung oleh China," imbuh dia, yang dilansir Fox News, Selasa (17/2/2026).
Diplomat AS itu semakin menggambarkan China sebagai pendukung eksternal terpenting Rusia.
Lihat Juga :