Iran Pecat Bos TV Gara-gara Reporter Salah Ucap 'Matilah Khamenei' saat Live
Jum'at, 13 Februari 2026 - 11:28 WIB
Demonstrasi pro-pemerintah hari Rabu terjadi beberapa minggu setelah protes anti-pemerintah besar-besaran di Iran, yang pecah pada akhir Desember karena kenaikan biaya hidup. Protes itu mencapai puncaknya bulan lalu.
Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah, dan mengaitkan kekerasan tersebut dengan "tindakan teroris".
Pihak berwenang Iran mengatakan protes dimulai sebagai demonstrasi damai sebelum berubah menjadi "kerusuhan yang dihasut asing" yang melibatkan pembunuhan dan vandalisme.
Organisasi internasional memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan 7.002 orang, termasuk 6.506 demonstran, tewas selama protes.
Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah, dan mengaitkan kekerasan tersebut dengan "tindakan teroris".
Pihak berwenang Iran mengatakan protes dimulai sebagai demonstrasi damai sebelum berubah menjadi "kerusuhan yang dihasut asing" yang melibatkan pembunuhan dan vandalisme.
Organisasi internasional memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan 7.002 orang, termasuk 6.506 demonstran, tewas selama protes.
(mas)
Lihat Juga :