Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya

Selasa, 10 Februari 2026 - 02:20 WIB

2. Menggagalkan Kebangkitkan Dinasti Gaddafi

Muammar Gaddafi telah digulingkan oleh Barat lebih dari 15 tahun yang lalu karena “ia ingin melakukan de-dolarisasi untuk Afrika, [dan] menciptakan mata uang berbasis emas Afrika yang akan menghilangkan kehancuran puluhan, ratusan juta orang di seluruh Afrika akibat kebijakan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia selama beberapa dekade,” katanya.

Menurut jurnalis tersebut, Saif al-Islam Gaddafi “ingin menghidupkan kembali ide-ide ini” dan itulah alasan mengapa “Inggris dan Prancis sangat tidak ingin [ia] memenangkan pemilihan mendatang.”

Baca Juga: Sanae Takaichi Menang, China Meradang, Ada Apa Gerangan?

3. Barat Ingin Terus Menguasai Afrika Utara

Pembunuhan putra Gaddafi “adalah pengingat yang sangat suram tentang kekuatan imperialis negara-negara Eropa Barat yang terus berlanjut yang hanya ingin menekan Afrika, menghancurkannya, sehingga rakyat Afrika tidak dapat memanfaatkan sumber daya mereka sendiri, baik itu berupa sumber daya manusia maupun mineral dari tanah,” tegasnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan pekan lalu bahwa Moskow "mengutuk keras kejahatan ini" dan mengharapkan pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi akan diselidiki secara menyeluruh, dan mereka yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!