Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya

Selasa, 10 Februari 2026 - 02:20 WIB
loading...
Intelijen Inggris dan...
Saif al-Islam Gaddafi dibunuh oleh intelijen Inggris dan Prancis. Foto/X/@ashoswai
A A A
TRIPOLI - Jurnalis Inggris Afshin Rattansi mengatakan, "Prospek Libya tidak akan baik setelah pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi." Kenapa? Dia mengatakan, "Mata-mata Barat terlibat dalam pembunuhan putra Gaddafi."

Dinas intelijen Inggris dan Prancis berperan dalam pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi.

Saif al-Islam Gaddafi dibunuh pekan lalu oleh empat orang bersenjata di kediamannya di kota Zintan di Libya barat laut. Politisi berusia 53 tahun itu bermaksud mencalonkan diri sebagai presiden negara Afrika Utara tersebut, yang masih terpecah antara pemerintahan yang bersaing dan telah dilanda perang saudara yang terjadi secara berkala sejak ayahnya digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011.

Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya

1. Memperkeruh Politik Libya

Rattasi mengatakan kepada RT pada hari Minggu bahwa setelah pembunuhan putra sulung Gaddafi, “sumber-sumber segera... memberi tahu saya bahwa... memang, itu adalah [badan intelijen militer Inggris] MI6 dan proksi lokal” yang berada di baliknya. “Ada petunjuk... bahwa ada keterlibatan Prancis juga,” tambahnya.

“Dengan kematiannya, prospeknya tidak akan baik” untuk Libya, tegas Rattansi, yang acaranya Going Underground ditayangkan secara eksklusif di RT.


2. Menggagalkan Kebangkitkan Dinasti Gaddafi

Muammar Gaddafi telah digulingkan oleh Barat lebih dari 15 tahun yang lalu karena “ia ingin melakukan de-dolarisasi untuk Afrika, [dan] menciptakan mata uang berbasis emas Afrika yang akan menghilangkan kehancuran puluhan, ratusan juta orang di seluruh Afrika akibat kebijakan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia selama beberapa dekade,” katanya.

Menurut jurnalis tersebut, Saif al-Islam Gaddafi “ingin menghidupkan kembali ide-ide ini” dan itulah alasan mengapa “Inggris dan Prancis sangat tidak ingin [ia] memenangkan pemilihan mendatang.”

Baca Juga: Sanae Takaichi Menang, China Meradang, Ada Apa Gerangan?

3. Barat Ingin Terus Menguasai Afrika Utara

Pembunuhan putra Gaddafi “adalah pengingat yang sangat suram tentang kekuatan imperialis negara-negara Eropa Barat yang terus berlanjut yang hanya ingin menekan Afrika, menghancurkannya, sehingga rakyat Afrika tidak dapat memanfaatkan sumber daya mereka sendiri, baik itu berupa sumber daya manusia maupun mineral dari tanah,” tegasnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan pekan lalu bahwa Moskow "mengutuk keras kejahatan ini" dan mengharapkan pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi akan diselidiki secara menyeluruh, dan mereka yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Roberto Martinez: Tak...
Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
Berita Terkini
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Mengenal 3 Badan Intelijen...
Mengenal 3 Badan Intelijen di Indonesia, Apa Tugas dan Fungsinya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved