Think Tank Eropa Sebut Invasi Iran Akan Picu Kerugian Besar bagi AS, Ini 4 Pemicunya

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:05 WIB

2. Iran Masih Punya Banyak Persenjataan Militernya

Selama perang Juni 2025, Iran sengaja menahan diri untuk tidak menggunakan sebagian besar persenjataan militernya. Analis ECFR mengamati bahwa Teheran "dapat mengerahkan senjata dan strategi yang selama ini disimpannya jika keamanan nasionalnya terancam."

Pengekangan yang disengaja ini menggambarkan kesabaran strategis dan pencegahan yang kredibel dari Iran, yang menandakan bahwa eskalasi AS lebih lanjut akan menghadapi perlawanan yang tangguh, menurut laporan tersebut.

Baca Juga: 6 Biaya Keanggotaan Organisasi Dunia, Paling Mahal BoP Trump Capai Rp17 Triliun

3. Iran Memiliki Sekutu Regional

Iran juga diuntungkan oleh jaringan sekutu regional, termasuk kelompok perlawanan di Irak, Lebanon, dan Yaman, yang dapat mengoordinasikan tindakan defensif atau pembalasan terhadap calon agresor.

Menurut laporan tersebut, kesiapan militer Teheran melampaui kekuatan konvensional karena mampu melindungi infrastruktur minyak penting dan mengendalikan Selat Hormuz, titik strategis penting untuk pasokan energi global. Gangguan apa pun di sana dapat menyebabkan konsekuensi ekonomi yang parah di seluruh dunia.

4. Intervensi AS Picu Ketidakstabilan

Pengalaman historis memperkuat peringatan ECFR. Intervensi AS di Libya dan Suriah di masa lalu, yang diluncurkan dengan dalih melindungi warga sipil, malah mengakibatkan ketidakstabilan yang berkepanjangan, keruntuhan ekonomi, dan kekacauan yang meluas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!